BPOM dan Ubaya Percepat Hilirisasi Riset untuk Perkuat Industri Obat Dalam Negeri

- Editor

Senin, 15 Juni 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM dan Ubaya memperkuat kolaborasi riset untuk mendorong kemandirian bahan baku obat nasional serta mempercepat inovasi kesehatan dari laboratorium menuju masyarakat. (Foto: BPOM)

BPOM dan Ubaya memperkuat kolaborasi riset untuk mendorong kemandirian bahan baku obat nasional serta mempercepat inovasi kesehatan dari laboratorium menuju masyarakat. (Foto: BPOM)

Jakarta, Sehatcantik.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Universitas Surabaya (Ubaya) memperkuat kerja sama hilirisasi riset di bidang pangan dan obat sebagai upaya mendorong kemandirian industri kesehatan nasional.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan terhadap bahan baku obat impor. Saat ini, produksi bahan baku obat dalam negeri masih berada pada angka sekitar 6 persen.

“Saat ini, hanya enam persen bahan baku obat yang dapat diproduksi di dalam negeri dengan populasi manusia terbesar keempat di dunia yang membutuhkan jumlah obat yang besar,” kata Taruna dalam kuliah umum dan penandatanganan nota kesepahaman bersama Ubaya, Senin (15/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Taruna, hilirisasi riset menjadi langkah penting agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan impor, khususnya pada sektor obat, pangan, suplemen kesehatan, kosmetik, dan obat bahan alam.

Baca Juga :  Pemeriksaan Richard Lee Ditunda Senin, Doktif Tetap Siap Kawal Kasus

“Dengan kondisi dinamika geopolitik global yang rentan, hilirisasi menjadi semakin penting. Hal ini mungkin untuk dicapai karena kita memiliki kekayaan biodiversitas kedua terbesar di dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan riset di laboratorium, tetapi memastikan inovasi dapat memenuhi regulasi, diproduksi industri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, BPOM mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah melalui konsep Academia, Business, Government (ABG).

Melalui pola tersebut, universitas menjadi pusat pengembangan inovasi, industri berperan dalam pengembangan produk, sementara pemerintah memastikan aspek regulasi agar hasil riset dapat masuk ke pasar.

Baca Juga :  BPOM dan BGN Perkuat Sinergi Sukseskan MBG

Rektor Ubaya Benny Lianto mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat perjalanan riset kampus menjadi produk yang bisa digunakan masyarakat.

“Ubaya juga menyadari betul bahwa riset-riset hebat tidak boleh berhenti hanya sampai laporan penelitian dan artikel publikasi. Riset harus diarahkan pada hilirisasi, menjadi produk nyata yang diadopsi industri, mampu memasuki pasar, dan yang terpenting membawa manfaat nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Benny.

Kerja sama ini melanjutkan kolaborasi Ubaya melalui Pusat Unggulan Iptek Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif (PUI Pasdeg) bersama Balai Besar POM Surabaya.

Nota kesepahaman tersebut akan menjadi dasar berbagai program kolaborasi selama lima tahun ke depan antara Ubaya, BPOM RI, dan BBPOM Surabaya. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru