Vaksin Campak Dewasa, Langkah Baru BPOM Melawan Kejadian Luar Biasa

- Editor

Rabu, 8 April 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM resmi memperluas cakupan vaksinasi campak ke kelompok dewasa sebagai langkah strategis melawan KLB 2026. (Foto: Sehatcantik.id/DB)

BPOM resmi memperluas cakupan vaksinasi campak ke kelompok dewasa sebagai langkah strategis melawan KLB 2026. (Foto: Sehatcantik.id/DB)

Jakarta, Sehatcantik.id – Indonesia tengah menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak pada tahun 2026. Hingga minggu ke-11, Kementerian Kesehatan mencatat 58 KLB campak terjadi di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Pada minggu berikutnya, tren kasus menurun signifikan, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret, menunjukkan bahwa intervensi kesehatan telah mulai berdampak. Namun, meskipun angka kasus menurun, kewaspadaan tetap menjadi hal utama karena potensi risiko keparahan masih ada.

Data nasional mencatat 10 kematian akibat campak, dengan sekitar 8% terjadi pada kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun. Kelompok dewasa ini diketahui memiliki risiko keparahan yang lebih tinggi, terutama akibat faktor komorbid dan intensitas paparan virus yang tinggi.

Oleh karena itu, perlindungan bagi kelompok ini menjadi sangat penting untuk mengurangi angka komplikasi dan kematian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi situasi ini, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan komitmen lembaganya dalam merespons kedaruratan kesehatan masyarakat dengan cepat dan tepat.

“BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk kelompok dewasa. Vaksin yang disetujui meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR), Measles-Mumps-Rubella (MMR), dan vaksin Measles tunggal,” ujar Taruna Ikrar pada 8 April 2026 di kantor pusat BPOM, Jakarta.

Baca Juga :  BPOM dan PYFA Dorong Industri Farmasi Menuju Net Zero Carbon

Langkah ini ditujukan untuk memperluas perlindungan, khususnya bagi tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan pelayanan, pelaku perjalanan internasional yang memiliki mobilitas tinggi, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais (mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah) yang lebih rentan terhadap infeksi.

Persetujuan vaksin untuk kelompok dewasa diberikan setelah melalui proses evaluasi ilmiah yang komprehensif. Evaluasi ini dilakukan melalui Rapat Komite Nasional (KOMNAS) Vaksin, yang melibatkan para ahli imunologi, epidemiologi, penyakit infeksi, farmasi, kesehatan masyarakat, serta perwakilan organisasi profesi dan regulator.

Berdasarkan WHO Position Paper dan bukti penggunaan nyata di masyarakat (real world evidence/RWE), vaksin ini memiliki profil keamanan yang baik, dapat ditoleransi dengan baik pada kelompok dewasa, dan menunjukkan khasiat yang meyakinkan.

BPOM juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana pelaksanaan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan, sebagai bagian dari upaya pengendalian KLB secara nasional. Vaksin yang digunakan diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), dan Merck Sharp Dohme (MSD), yang seluruhnya memenuhi standar kualitas internasional.

“Persetujuan ini adalah hasil kajian ketat berbasis data ilmiah dan sekaligus bentuk komitmen BPOM untuk memastikan setiap intervensi kesehatan yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan dan khasiat, termasuk bagi populasi dewasa yang sebelumnya tidak menjadi sasaran utama,” kata Taruna.

Baca Juga :  BPOM Tindak 14 Produk Kosmetik, Ada Merkuri dan Hidrokuinon

Program vaksinasi campak di Indonesia selama ini telah berfokus pada anak-anak dan terbukti efektif menurunkan angka kejadian secara signifikan. Namun, seiring dinamika epidemiologi dan munculnya kasus pada kelompok dewasa, perhatian terhadap kelompok ini menjadi semakin penting.

Peningkatan cakupan vaksinasi pada dewasa diharapkan mampu memutus rantai penularan dan mencegah komplikasi serius.

BPOM menekankan bahwa penguatan surveilans tetap menjadi kunci dalam mencegah perluasan KLB. Hal ini dilakukan melalui deteksi dini kasus, pelaporan cepat, dan peningkatan cakupan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia. Setiap keputusan terkait penggunaan vaksin dilakukan berdasarkan bukti ilmiah yang kuat dan selaras dengan standar global.

“Penanganan KLB campak tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat,” tutup Taruna Ikrar.

Dengan adanya persetujuan vaksin campak untuk dewasa ini, diharapkan upaya pengendalian campak di Indonesia menjadi semakin komprehensif. Perlindungan yang meluas tidak hanya pada anak-anak, tetapi juga pada kelompok dewasa dan tenaga kesehatan, diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkesinambungan. (Danu Baharuddin/Sbw)

Berita Terkait

Richard Lee Cecar Reseller Soal Barang Palsu, Isu ‘Barang Gaib’ Muncul di Persidangan
Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika
Jejak Gelap Di Balik Perseteruan Selebgram: Saling Kunci Tersangka hingga Tudingan BPOM Palsu
Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda
Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu
BPOM Pangkas Batas Ambang BPA 12 Kali Lipat, Pengawasan Industri Diperketat
Satu Miliar Lebih Orang Hidup dengan Gangguan Kesehatan Mental
Bisnis Skincare Ribut Terus, Waspada Pilih Produk

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Richard Lee Cecar Reseller Soal Barang Palsu, Isu ‘Barang Gaib’ Muncul di Persidangan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Jejak Gelap Di Balik Perseteruan Selebgram: Saling Kunci Tersangka hingga Tudingan BPOM Palsu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu

Berita Terbaru

BPOM RI memanfaatkan status rujukan WHO dan skema South-South Cooperation untuk memperkuat regulasi FDA Ghana sekaligus membuka pintu ekspor vaksin Indonesia ke pasar Afrika. (Foto: Dok. BPOM RI)

Berita

Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Senin, 31 Agu 2026 - 16:52 WIB

Terdakwa dr. Richard Lee memohon penundaan sidang di PN Tangerang akibat kondisi fisiknya drop, Rabu (26/8/2026). (Foto: Sehatcantik/Sbw)

Berita

Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:41 WIB

Lisa Mariana membawa persoalan legalitas produk yang dikaitkan dengan

Berita

Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu

Selasa, 25 Agu 2026 - 09:14 WIB