Terinfeksi Judol, Komdigi Blokir Situs Peduli Lindungi

- Editor

Jumat, 23 Mei 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sehatcantik.id – Pemerintah telah secara resmi memblokir akses pada situs PeduliLindungi.id.

Langkah itu ditangani Kementerian Komunikasi dan Digital, menyusul laporan masyarakat adanya aktivitas judi online di situs tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar, menyatakan tindakan ini merupakan komitmen untuk memberantas konten judi online dan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Tindakan ini diambil menyusul adanya laporan masyarakat mengenai munculnya konten perjudian online dalam website tersebut,” kata Alexander di kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/5/2025).

Menurut Alexander, pihaknya telah melakukan verifikasi atas laporan yang disertai tautan (URL) dan tangkapan layar (screenshot) tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa situs PeduliLindungi.id

telah mengalami penyusupan (defacement) dan menampilkan konten yang mengarah ke situs perjudian online.

“Ini  jelas melanggar ketentuan keamanan informasi di ruang digital nasional,” kata Alexander.

Lebih lanjut Alexander mengatakan, Kemkomdigi menetapkan situs tersebut telah melanggar prinsip keamanan informasi dan memutus akses demi melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan data dan paparan konten ilegal.

Baca Juga :  Sah, BPOM Turun Gunung Cegah Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis

Peduli Lindungi merupakan website andalan yang digunakan dalam penanganan COVID-19

di bawah Kementerian Kesehatan.

Sejak 2023, sistem Peduli Lindungi telah terintegrasi ke pelayanan kesehatan digital dan sepenuhnya dialihkan ke platform SatuSehat dengan alamat domain resmi satusehat.kemkes.go.id.

Saat ini, layanan juga dapat diakses melalui aplikasi SatuSehat Mobile yang tersedia di App Store dan Play Store.

“Setelah integrasi, situs PeduliLindungi.id

sendiri sudah tidak lagi digunakan dan tidak berada dalam kendali operasional Kemenkes,” tutur Alexander, seraya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas digital yang mencurigakan melalui kanal resmi pengaduan aduankonten.id untuk mengantisipasi insiden serupa.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ruang digital nasional yang aman, sehat, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Alexander.

Kementerian Kesehatan buka suara terkait situs PeduliLindungi.id berubah menjadi laman judi online alias judol. Kabar ini pun memicu kecemasan maayarakat yang merasa keamanan data pribadinya terancam, karena selama pandemi COVID-19 menggunakan aplikasi tersebut untuk berbagai kebutuhan.

Baca Juga :  Taruna Ikrar Diskusi dengan Mahasiswa Indonesia di Harvard

Kepala Biro Komunikasi Aji Muhawarman mengatakan, penting bagi masyarakat memahami konteks perpindahan data dan pengelolaan aplikasi.

Menurut Aji, sejak 2023, fungsi dan data aplikasi PeduliLindungi telah resmi dialihkan ke platform SATUSEHAT.

“Begitu perpindahan dari PeduliLindungi ke SATUSEHAT, server datanya juga kita pindahkan. Jadi enggak ada lagi yang ada di PeduliLindungi,” kata Aji, dilansir Liputan6.com pada Kamis (22/5/2025).

Banyak yang mengira data pribadi pengguna telah bocor akibat situs berubah menjadi laman judi. Namun Aji menegaskan, “Yang diretas adalah wajahnya, bagian depan websitenya. Tapi untuk masuk ke data itu kan ada lapisan-lapisan lagi yang perlu keahlian khusus.”

Dengan kata lain, yang diretas hanyalah antarmuka situs—bukan isi atau server data yang dulu menyimpan informasi pribadi masyarakat, seperti status vaksinasi COVID-19.

“Ketika kami coba tes juga, misalnya mau input NIK atau nama, itu sudah enggak bisa. Pesannya error atau invalid,” ungkap Aji. (Sbw)

Berita Terkait

Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur
BPOM Ungkap “Racun Tersembunyi” di 41 Obat Berbahan Alam
Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS
BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu
Menkes Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia
Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap, Meninggal Dunia
Mengaku Sakit, Richard Lee Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Sebagai Tersangka
BPOM Temukan 26 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Masyarakat Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:21 WIB

Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:42 WIB

BPOM Ungkap “Racun Tersembunyi” di 41 Obat Berbahan Alam

Senin, 9 Februari 2026 - 19:53 WIB

Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:19 WIB

BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:06 WIB

Menkes Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia

Berita Terbaru

Purbaya Yudhi Sadewa menegur keras BPJS Kesehatan atas anomali data PBI yang memicu kegaduhan publik. (Foto: TV Parlemen)

Berita

Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

Senin, 9 Feb 2026 - 19:53 WIB

Peredaran produk palsu adalah ancaman serius bagi kesehatan publik dan ekonomi nasional. (Foto: BPOM)

Berita

BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Jumat, 6 Feb 2026 - 09:19 WIB