BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

- Editor

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peredaran produk palsu adalah ancaman serius bagi kesehatan publik dan ekonomi nasional. (Foto: BPOM)

Peredaran produk palsu adalah ancaman serius bagi kesehatan publik dan ekonomi nasional. (Foto: BPOM)

Jakarta, Sehatcantik.id – BPOM menegaskan komitmennya melindungi masyarakat dari bahaya obat dan makanan palsu melalui Deklarasi Komitmen Bersama dan Pencanangan Program Perkuatan Penanganan Obat dan Makanan Palsu, Kamis (5/2/2026). Kegiatan bertema “Unlock The Counterfeit Product Information” ini dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi pelaku usaha, komunitas, dan akademisi.

Deklarasi ini bertujuan mengintegrasikan penanganan produk palsu menjadi sistem yang terpadu dan komprehensif, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko kesehatan, kerugian ekonomi, dan dampak sosial. Selain itu, BPOM mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha agar informasi keaslian produk lebih mudah diakses, dan masyarakat dapat mengenali serta melaporkan dugaan produk palsu.

Baca Juga :  Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan bahwa peredaran produk palsu adalah ancaman serius bagi kesehatan publik dan ekonomi nasional. “Indonesia dengan jumlah penduduk besar dan kondisi kepulauan berisiko tinggi menjadi target peredaran produk palsu. Oleh karena itu, pengawasan harus diperkuat melalui integrasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. Bersamaan dengan program ini, BPOM meluncurkan Sentra Informasi Obat dan Makanan Palsu untuk memberikan masyarakat akses cepat dan akurat terhadap informasi keaslian produk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Hermansyah Siregar, menegaskan pemalsuan obat dan makanan juga melanggar hak kekayaan intelektual dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat. Dukungan serupa datang dari Ketua GAPMMI, Adhi S. Lukman, yang menekankan perlunya perlindungan bagi pelaku usaha yang patuh regulasi, serta Executive Director MIAP, Justisiari P. Kusumah, yang menyoroti pentingnya peran komunitas dalam memerangi pemalsuan.

Baca Juga :  Survei Membuktikan, BPOM Posisi Ketiga Lembaga yang Dipercaya Publik

Pada kesempatan tersebut, BPOM menandatangani MoU dengan MIAP dan komitmen bersama asosiasi pelaku usaha untuk mempercepat pertukaran data dan pengawasan di lapangan. Program ini diharapkan mendorong sinergi yang berkelanjutan, meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, dan menciptakan iklim usaha obat dan makanan yang sehat serta kompetitif di Indonesia. (Sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB