Nikita Bela Diri, Minta Prabowo Bubarkan BPOM

- Editor

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikita Mirzani membacakan eksepsi, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membubarkan BPOM karena dianggap tidak berguna. (Foto: sbw/sehatcantik.id)

Nikita Mirzani membacakan eksepsi, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membubarkan BPOM karena dianggap tidak berguna. (Foto: sbw/sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id – Nikita Mirzani membela diri dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan pencucian uang yang menyeret namanya bersama sang asisten, Ismail Marzuki, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, (1/7/2025).

Saat membacakan eksepsi atau nota pembelaan di hadapan majelis hakim, Nikita tampak emosional. Nikita menangis kala menyebut anak-anaknya yang terpisah oleh waktu karena dirinya harus ditahan. Dirinya juga menyerang pihak-pihak yang disebutnya bersikap zalim terhadap dirinya.

Dalam perkara ini, Nikita dan Ismail ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menerima uang Rp4 miliar dari dokter Reza Gladys Preetyani Sari, setelah sebelumnya disebut menuntut Rp5 miliar agar ulasan negatif tentang produk skincare milik Reza dihapus dari media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nikita bersikuhuh yang dialaminya ini sebagai bentuk pembungkaman kritik terhadap praktik penjualan skincare ilegal.

“Majelis hakim yang mulia, saya ini adalah orang yang menyuarakan edukasi tentang bahayanya produk skincare yang dijual bebas di e-commerce dengan menggunakan jalur suntik tanpa pengawasan dokter spesialis yang harusnya dilakukan di klinik kesehatan dengan perawatan yang tepat,” kata Nikita.

Ibu tiga anak ini menegaskan bahwa motivasi utamanya sejak awal mengulas produk kecantikan adalah untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya. Bagi Nikita, yang diperjuangkan adalah untuk menyadarkan publik tentang pentingnya mengetahui kandungan dan cara penggunaan produk kecantikan yang beredar di pasaran.

Baca Juga :  Imbas Perang Iran-Israel, BPOM Siaga Ketersediaan Obat 

“Saat ini saya sudah menyelamatkan banyak muka wanita, wajah wanita Indonesia atas pentingnya edukasi terhadap pelanggaran produk skincare yang berbahaya tersebut,” ujar Nikita.

Nikita merasa kecewa dan dizalimi, karena yang dia perjuangkan justru dibalas dengan pelaporan dirinya ke pihak berwajib. Nikita merasa dikorbankan oleh sistem hukum yang dinilainya membela produsen skincare yang tidak bertanggung jawab.

“Akan tetapi saya malah dipenjarakan oleh mafia skincare atau penjahat skincare yang sesungguhnya, yaitu Reza Gladys Prettyani Sari dan dr. Attaubah Mufid yang malah dilindungi,” kata Nikita.

Minta BPOM Dibubarkan

Terang-terangan, Nikita menuding telah terjadi upaya perlindungan sistematis terhadap pihak yang disebutnya sebagai mafia skincare.
Nikita mempertanyakan kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI serta Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), yang disebutnya tidak bisa berbuart apa-apa di tengah maraknya peredaran produk skincare membahayakan.

Baca Juga :  Menolak Tua Injection, Tips Awet Muda

“Lantas, kemana BPOM? Badan Perlidungan Konsumen Nasional? Ayo bergerak lindungi masyarakat dan konsumen bukan malah diam saja atau jangan-jangan ikut andil melindungi para mafia produk skincare yang berbahaya,” kata Nikita, lantang, mempertanyakan kehadiran dua lembaga yang seharusnya menjaga keselamatan konsumen dari produk skincare yang disebutnya abal-abal.

Dalam pernyataanya, Nikita pun meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membubarkan BPOM dan BPKN karena dinilainya tidak ada gunanya.

“Kalau begitu, saya minta kepada bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala Negara Kesatuan Republik Indonesia agar membubarkan saja BPOM dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional dari negara kita ini karena cuma diam saja, tidak bisa berbuat apa-apa,” tegas Nikita.

Nikita pun mengimbau agar anggaran kedua lembaga itu lebih baik dialihkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu sebab menurut Nikita, selama ini kedua lembaga itu justru terkesan mendukung keberadaan mafia skincare yang membahayakan publik.

“Daripada untuk membiayai BPOM dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional tidak jelas, lebih baik uangnya digunakan untuk membantu rakyat Indonesia yang masih memerlukan bantuan,” kata Nikita, jengkel. (sbw)

Berita Terkait

Dituding Melvina Minta Rp15 Miliar, Nikita Mirzani Membantah
BPOM Bongkar Praktik Dokter Hewan dengan Pasien Manusia
Prabowo Resmikan Gedung Layanan Terpadu di RSPON, Fasilitas Kesehatan Otak Meningkat
Prabowo Anugerahi Tanda Kehormatan Pemegang Paten Vaksin Astrazeneca
BPOM Minta Waspada Klaim Putihkan Kulit Suplemen Dr. LSW
Innalillahi, Mpok Alpa Meninggal Dunia karena Kanker
Nikita Laporkan Reza Gladys dan Penegak Hukum, Ini Reaksi KPK
BPOM Tarik Produk Pembesar Payudara dan Perapat Organ Intim

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:39 WIB

Dituding Melvina Minta Rp15 Miliar, Nikita Mirzani Membantah

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:00 WIB

BPOM Bongkar Praktik Dokter Hewan dengan Pasien Manusia

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Prabowo Resmikan Gedung Layanan Terpadu di RSPON, Fasilitas Kesehatan Otak Meningkat

Selasa, 26 Agustus 2025 - 12:08 WIB

Prabowo Anugerahi Tanda Kehormatan Pemegang Paten Vaksin Astrazeneca

Jumat, 22 Agustus 2025 - 17:33 WIB

BPOM Minta Waspada Klaim Putihkan Kulit Suplemen Dr. LSW

Berita Terbaru

BPOM bongkar praktik dokter hewan suntik stem cell kepada manusia di Magelang, Jawa Tengah. (Foto: BPOM RI)

Berita

BPOM Bongkar Praktik Dokter Hewan dengan Pasien Manusia

Rabu, 27 Agu 2025 - 15:00 WIB

BPOM mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap produk suplemen kesehatan Dr. LSW dengan klaim memutihkan kulit. (Foto: BPOM)

Berita

BPOM Minta Waspada Klaim Putihkan Kulit Suplemen Dr. LSW

Jumat, 22 Agu 2025 - 17:33 WIB