Memahami Estetika Medis, Kesehatan, dan Sejahtera Holistik di iSWAM 2024

- Editor

Jumat, 6 Desember 2024 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

iSWAM 2024 digelar 6-8 Desember 2024.

iSWAM 2024 digelar 6-8 Desember 2024.

Jakarta, Sehatcantik.id – Konferensi estetika medis terbesar di dunia, International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (iSWAM), ke-15 resmi dibuka hari ini, Jumat 6 Desember 2024. Konferensi yang diikuti lebih dari 5.000 dokter dari 35 negara di dunia ini berlangsung selama tiga hari, 6-8 Desember, di ICE BSD, Tangerang, Banten.

CEO iSWAM dan World President of ISAM, Dr. dr. Teguh Tanuwidjaja, mengungkapkan, iSWAM 2024 tidak hanya menjadi ruang belajar dan berbagi ilmu, tetapi juga platform global untuk memahami estetika medis dari sudut pandang yang lebih luas.

“iSWAM didedikasikan untuk menghubungkan berbagai aspek kesehatan dan kualitas hidup manusia,” kata Teguh dalam keterangan resminya, Rabu (4/12).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Teguh memaparkan konsep yang diusung tahun ini mencerminkan pendekatan interkoneksi holistik, dimana estetika medis tidak hanya menyentuh aspek wajah atau tubuh, tetapi mencakup kesehatan kulit, otot, rambut, regeneratif, mata, bibir, gigi, hingga kesejahteraan tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga :  Makanan yang Dianjurkan untuk Penyakit Tipes
iswam2024
iSWAM 2024 digelar 6-8 Desember 2024, menghubungkan berbagai aspek kesehatan dan kualitas hidup manusia. (F0t0: iSWAM)

Sebanyak 200 pembicara internasional akan berbagi pengetahuan mereka pada 20.000 peserta dalam acara ini. Selain itu ada 500 lebih gerai mengisi pameran terkait kesehatan dan kecantikan.

Perjalanan iSWAM cukup panjang. iSWAM berawal dari bentuk seminar-seminar kecil, yang digagas oleh 13 dokter, pada tahun 2006. Seminar itu hanya dihadiri 98 peserta. Dari lingkup kecil itu, lambat laun, berkembang menjadi wadah bergengsi kelas internasional di bidang kesehatan dan kecantikan yang menjangkau dunia. Rangkaian acaranya pun kian beragam dan mengglobal, seperti iSWAM Ecuador, SEASWAM, iSWAM Dubai, atau iSWAM Europe. Hal ini menurut Teguh, menunjukkan peran iSWAM sebagai pusat interkoneksi ilmu pengetahuan, bisnis, jejaring, dan inovasi dalam estetika medis.

“Melalui ekspansi tersebut, iSWAM terus memperkuat posisinya sebagai pusat interkoneksi antara sains, bisnis, jejaring, dan penyegaran hidup,” kata Teguh.

Baca Juga :  Cara Memilih Skincare untuk Kulit Berjerawat

Dukungan Kementerian Kesehatan RI

Menkes
Kemenkes mendukung pergelaran iSWAM (Foto: Instaram @teguh_tanuwidjaja)

Konsep interkoneksi ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI. Teguh menekankan pentingnya memahami estetika medis sebagai bagian integral dari kesehatan dan kesejahteraan.

“Kami percaya bahwa estetika medis tidak hanya soal penampilan, tetapi juga tentang kesehatan dan kesejahteraan holistik,” papar Teguh.

Sebagai ajang ilmiah terbesar di Asia Pasifik, iSWAM berkomitmen mendukung peningkatan kualitas hidup manusia. Tidak hanya melalui pengembangan inovasi estetika medis, tetapi juga dengan menjadikan acara ini ruang kolaborasi multidisipliner.

Dengan visi besar untuk membawa perubahan positif, iSWAM 2024 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi komunitas medis dan estetika untuk terus mendorong inovasi, membangun jejaring global, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan holistik.

Berita Terkait

Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur
BPOM Ungkap “Racun Tersembunyi” di 41 Obat Berbahan Alam
Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS
BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu
Menkes Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia
Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap, Meninggal Dunia
Mengaku Sakit, Richard Lee Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Sebagai Tersangka
BPOM Temukan 26 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Masyarakat Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:21 WIB

Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:42 WIB

BPOM Ungkap “Racun Tersembunyi” di 41 Obat Berbahan Alam

Senin, 9 Februari 2026 - 19:53 WIB

Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:19 WIB

BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:06 WIB

Menkes Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia

Berita Terbaru

Purbaya Yudhi Sadewa menegur keras BPJS Kesehatan atas anomali data PBI yang memicu kegaduhan publik. (Foto: TV Parlemen)

Berita

Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

Senin, 9 Feb 2026 - 19:53 WIB

Peredaran produk palsu adalah ancaman serius bagi kesehatan publik dan ekonomi nasional. (Foto: BPOM)

Berita

BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Jumat, 6 Feb 2026 - 09:19 WIB