Lentera Masa Depan: BPOM dan Kak Seto Perangi Pangan Berbahaya dan Obat Terlarang

- Editor

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taruna Ikrar dan Kak Seto hadiri pemutaran film Sahabat Anak di Jakarta, ajak masyarakat lindungi generasi emas 2045 dari pangan tidak aman. (Foto: Sbw)

Taruna Ikrar dan Kak Seto hadiri pemutaran film Sahabat Anak di Jakarta, ajak masyarakat lindungi generasi emas 2045 dari pangan tidak aman. (Foto: Sbw)

Jakarta, Sehatcantik.id – Anak-anak adalah benih, dan lingkungan adalah tanahnya. Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya untuk memastikan “tanah” tempat anak Indonesia tumbuh bebas dari racun peredaran obat ilegal dan pangan tak aman.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, momen ini menjadi alarm pengingat bagi seluruh elemen masyarakat: menjaga anak bukan sekadar kewajiban moral, melainkan investasi bagi napas panjang bangsa.

Seruan ini mengema kuat di Atrium Mall Bassura, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2026), saat Kepala BPOM, Taruna Ikrar, hadir dalam pemutaran perdana film edukatif “Sahabat Anak”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Layar Lebar sebagai Layar Edukasi

Film Sahabat Anak hadir bukan sekadar tontonan visual, melainkan cermin kehidupan yang memantulkan nilai empati, persahabatan, dan penempaan karakter. Taruna Ikrar mengapresiasi karya ini sebagai jembatan edukasi yang hangat untuk mengetuk pintu hati keluarga Indonesia.

Baca Juga :  Obat dan Kosmetik AS Usai Perjanjian Dagang, Bebas Sertifikasi Halal?

Langkah ini makin berbobot dengan hadirnya pemerhati anak, Seto Mulyadi (Kak Seto). Sinergi BPOM dan Kak Seto bak perisai ganda yang mengajak orang tua, pemerintah, hingga pelaku usaha merapatkan barisan demi membentengi tumbuh kembang generasi muda.

“Anak Indonesia harus tumbuh sehat dan bahagia. Benteng perlindungan anak tidak cukup hanya dibangun dengan pendidikan dan kasih sayang, tetapi juga dengan memastikan piring dan perisai kesehatan mereka bersih dari racun pangan serta obat-obatan berbahaya,” ujar Taruna Ikrar.

Memasang “Mata Pengawas” Lewat Cek KLIK

Guna memastikan setiap produk yang beredar layak konsumsi, BPOM terus memperketat jaring pengawasan, baik di fase pre-market maupun post-market. Pengawasan ini juga menjadi payung pelindung bagi program-program strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, perisai terkuat justru bermula dari ketelitian masyarakat sendiri. Lewat kampanye Cek KLIK, masyarakat diajak menjadikan kebiasaan ini sebagai navigasi dasar sebelum membeli produk:

• Cek Kemasan: Pastikan perisai fisik produk tidak cacat atau rusak.

Baca Juga :  Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

• Cek Label: Pahami kompas informasi yang tertera pada produk.

• Cek Izin Edar: Pastikan produk telah mengantongi “paspor” resmi BPOM.

• Cek Kedaluwarsa: Pastikan usia pakai produk belum melewati batas aman.

Taruna Ikrar meyakini, menanamkan kebiasaan Cek KLIK sejak dini di meja makan keluarga adalah cara terbaik menumbuhkan naluri kritis anak dalam memilih apa yang mereka konsumsi.

Rumah Sebagai Pelabuhan Aman

Di sisi lain, maraknya ancaman penyalahgunaan obat di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Menanggapi fenomena ini, Kak Seto menekankan pentingnya pendekatan yang menyentuh hati daripada sekadar memasang barikade larangan.

“Rumah harus menjadi pelabuhan paling aman bagi anak. Orang tua perlu menjadi pendengar yang hangat, menghadirkan rasa nyaman dan komunikasi yang hidup—bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik,” tutur Kak Seto.

Melalui rajutan kolaborasi ini, BPOM dan seluruh lapisan masyarakat berkomitmen menjaga tunas-tunas bangsa agar siap mekar sempurna menyambut Indonesia Emas 2045. (Sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB