Kemenkes Pantau Kasus Dokter PPDS yang Ditemukan Meninggal di Siak

- Editor

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkes menyatakan terus memantau penyelidikan kasus meninggalnya dokter PPDS di Siak. (Foto: Istimewa)

Kemenkes menyatakan terus memantau penyelidikan kasus meninggalnya dokter PPDS di Siak. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sehatcantik.id  — Kementerian Kesehatan menyatakan terus memantau perkembangan kasus meninggalnya dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau, dr. Alex Cristo Loris, yang ditemukan meninggal dunia di area semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pemerintah masih menunggu informasi lengkap dari pihak rumah sakit maupun Universitas Riau sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Sedang kami monitor. Kami masih nunggu info detail lebih jelas dari pihak RSUD atau Universitas Riau,” kata Aji.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dokter residen tersebut.

Baca Juga :  DPR Soroti Kasus Keracunan Berulang MBG, Usul Frasa 'Gratis' Dihilangkan

“Tentu kami turut prihatin terhadap kejadian tersebut dan berduka cita atas wafatnya almarhum,” ujarnya.

Dr. Alex merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang mulai menjalani pendidikan klinis di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin sore. Setelah upaya pencarian dilakukan, rekaman CCTV menunjukkan ia berjalan seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.

Berbekal petunjuk tersebut, petugas menyisir area sekitar rumah sakit hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di semak belukar, sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit.

Baca Juga :  Tekan Lonjakan, Kemenkes Gelar Lomba Penemuan Pasien TBC

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya tas berisi alat medis, telepon genggam, dompet, kartu identitas rumah sakit, ampul, serta alat suntik. Seluruh barang pribadi ditemukan dalam kondisi utuh.

Hasil pemeriksaan awal juga belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menyelidiki penyebab pasti kematian dr. Alex dengan memeriksa sejumlah saksi serta menunggu hasil autopsi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut. (Sbw)

Berita Terkait

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak
BPOM Terbitkan Aturan Baru Batas Cemaran Mikroba, Label Gizi, dan Kemasan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan

Berita Terbaru