Jakarta, Sehatcantik.id — Kementerian Kesehatan menyatakan terus memantau perkembangan kasus meninggalnya dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau, dr. Alex Cristo Loris, yang ditemukan meninggal dunia di area semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pemerintah masih menunggu informasi lengkap dari pihak rumah sakit maupun Universitas Riau sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Sedang kami monitor. Kami masih nunggu info detail lebih jelas dari pihak RSUD atau Universitas Riau,” kata Aji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dokter residen tersebut.
“Tentu kami turut prihatin terhadap kejadian tersebut dan berduka cita atas wafatnya almarhum,” ujarnya.
Dr. Alex merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang mulai menjalani pendidikan klinis di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin sore. Setelah upaya pencarian dilakukan, rekaman CCTV menunjukkan ia berjalan seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.
Berbekal petunjuk tersebut, petugas menyisir area sekitar rumah sakit hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di semak belukar, sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya tas berisi alat medis, telepon genggam, dompet, kartu identitas rumah sakit, ampul, serta alat suntik. Seluruh barang pribadi ditemukan dalam kondisi utuh.
Hasil pemeriksaan awal juga belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.
Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menyelidiki penyebab pasti kematian dr. Alex dengan memeriksa sejumlah saksi serta menunggu hasil autopsi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut. (Sbw)













