Kemendikdasmen-BPOM Budayakan Hidup Sehat Lewat Edukasi Pangan Aman

- Editor

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikdasmen-BPOM Budayakan Hidup Sehat Lewat Edukasi Pangan Aman. (Foto: Antara)

Kemendikdasmen-BPOM Budayakan Hidup Sehat Lewat Edukasi Pangan Aman. (Foto: Antara)

Jakarta, Sehatcantik.id – Membangun generasi emas bukan hanya soal menyediakan makanan bergizi di atas meja. Yang tak kalah penting adalah menanamkan kebiasaan memilih pangan yang aman sejak anak pertama kali mengenal bangku sekolah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperluas edukasi tentang pangan aman di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan peserta didik memahami kualitas makanan yang mereka konsumsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebiasaan sederhana seperti membaca komposisi bahan, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, hingga mengenali kandungan gizi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Mu’ti.

Menurutnya, persoalan pangan bukan semata-mata tentang apa yang masuk ke dalam tubuh, melainkan juga tentang bagaimana karakter dan budaya hidup sehat dibangun sejak dini. Karena itu, kebiasaan tersebut perlu ditanamkan ketika anak masih berada di bangku sekolah.

Baca Juga :  Perawatan Sehari-hari untuk Wajah Berjerawat

“Problem kita, anak-anak sering lebih banyak memilih food for fun tanpa sadar kandungan gizinya. Karena itu, budaya hidup sehat dan sadar pangan menjadi penting,” katanya.

Kolaborasi Kemendikdasmen dan BPOM diwujudkan melalui peluncuran Program Sadar Pangan Aman (SAPA) Sekolah Berbasis Budaya, Gerakan 1.000 Kader Edukasi Pangan Aman Menggunakan Bahasa Daerah, serta tiga pedoman pelaksanaan keamanan pangan yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembudayaan pangan aman di satuan pendidikan.

Melalui kerja sama ini, Kemendikdasmen ingin memastikan sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya kebiasaan hidup sehat yang akan melekat hingga dewasa.

“Mudah-mudahan MoU ini menjadi awal untuk membangun budaya hidup sehat bagi Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Mu’ti.

Ia menambahkan, sinergi tersebut sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Program Sekolah Sehat, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman, hingga Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  Efek Samping Facial Wajah, Apa yang Terjadi?

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci memperluas edukasi keamanan pangan. Dari sekitar 260 ribu sekolah di Indonesia, BPOM baru mampu menjangkau sekitar 60 ribu sekolah secara langsung.

“Pembudayaan keamanan pangan di sekolah sejak dini menjadi salah satu solusi permasalahan keamanan pangan. Pendidikan mengenai budaya makan sehat dan bergizi wajib diajarkan sejak awal,” katanya.

Penguatan edukasi tersebut juga dilakukan melalui pendekatan budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penggunaan bahasa daerah, seni pertunjukan, dan cerita rakyat akan membuat pesan tentang keamanan pangan lebih mudah diterima masyarakat.

“Pesan keamanan pangan akan lebih mudah diterima jika disampaikan melalui bahasa daerah, seni pertunjukan, atau cerita rakyat. Kebudayaan bukan hanya warisan yang dilestarikan, tetapi juga sarana efektif membangun kesadaran publik,” ujarnya. (Sbw)

Berita Terkait

Dari Setetes Sarah Menuju Kedaulatan Kesehatan
Vaksin Tifoid Lokal, Jejak Baru Kemandirian Indonesia
Kosmetik Ilegal Menyerbu Ruang Digital, BPOM Sita Temuan Bernilai Rp296,5 Miliar
Usia 35 Jadi Titik Waspada, Kemenkes Soroti Lonjakan Kematian Dini di Kelompok Produktif
BPOM Tindak 14 Produk Kosmetik, Ada Merkuri dan Hidrokuinon
Deteksi Dini Jadi Senjata Baru Lawan Kanker
Lolos Sidang Etik Kedokteran, Eksepsi Richard Lee Tetap Ditolak Jaksa
BPOM Bongkar Peredaran Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:34 WIB

Dari Setetes Sarah Menuju Kedaulatan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:46 WIB

Vaksin Tifoid Lokal, Jejak Baru Kemandirian Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:13 WIB

Kosmetik Ilegal Menyerbu Ruang Digital, BPOM Sita Temuan Bernilai Rp296,5 Miliar

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Usia 35 Jadi Titik Waspada, Kemenkes Soroti Lonjakan Kematian Dini di Kelompok Produktif

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40 WIB

BPOM Tindak 14 Produk Kosmetik, Ada Merkuri dan Hidrokuinon

Berita Terbaru

Kemenkes memperkuat industri kesehatan dalam negeri melalui investasi plasma darah dan vaksin untuk mengurangi ketergantungan impor. (Foto: Kemenkes)

Berita

Dari Setetes Sarah Menuju Kedaulatan Kesehatan

Jumat, 17 Jul 2026 - 19:34 WIB

Vaksin tifoid lokal Bio-TCV resmi diluncurkan sebagai langkah memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia. (Foto: BPOM)

Berita

Vaksin Tifoid Lokal, Jejak Baru Kemandirian Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026 - 16:46 WIB