Kemasan Rokok Berubah, Pesan Kesehatan Dibuat Lebih Terlihat

- Editor

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemasan rokok ditata ulang, perlindungan generasi muda diperkuat. (Foto: Kemenkes)

Kemasan rokok ditata ulang, perlindungan generasi muda diperkuat. (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Sehatcantik.id — Sebuah bungkus kecil bisa membawa pesan besar. Pada 5 Juni 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan tengah menyiapkan aturan baru untuk mengubah wajah kemasan produk tembakau dan rokok elektronik.

Bagi Kemenkes, kemasan rokok bukan hanya soal warna dan desain, tetapi juga ruang yang dapat memengaruhi pilihan, terutama bagi generasi muda.

Melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik, pemerintah menyiapkan standardisasi kemasan atau plain packaging.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aturan ini mengatur penyeragaman warna kemasan produk tembakau dan rokok elektronik untuk mengurangi daya tarik visual, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan, kemasan selama ini tidak hanya menjadi pembungkus, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi.

Baca Juga :  Makanan Pantangan Darah Tinggi yang Harus Dihindari

“Tujuan utama pengaturan kemasan seragam bukan untuk melarang produk yang legal, melainkan untuk mengurangi daya tarik visual yang selama ini membuat produk tembakau lebih menarik bagi anak-anak dan remaja. Kemasan rokok tidak boleh menjadi media promosi yang mendorong generasi muda mulai merokok,” ujar Andi.

Dalam rancangan tersebut, identitas merek tetap dapat dicantumkan sesuai ketentuan. Namun, tampilan kemasan akan dibuat lebih sederhana dengan peringatan kesehatan bergambar yang tetap terlihat jelas.

Menurut Andi, berbagai studi internasional menunjukkan penerapan plain packaging dapat menurunkan daya tarik produk tembakau, memperkuat pesan kesehatan, dan membantu mencegah anak serta perokok pemula mulai merokok.

“Ketika unsur desain yang menarik dikurangi, perhatian masyarakat akan lebih terfokus pada pesan kesehatan yang tercantum pada kemasan. Ini merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau,” katanya.

Baca Juga :  Kapan Nutrisi Terbaik Berbalik Jadi Bumerang? Sisi Gelap Diet Tinggi Protein

Kemenkes menyebut penyusunan aturan ini dilakukan secara terbuka melalui konsultasi publik dengan melibatkan berbagai pihak.

Bagi pemerintah, melindungi generasi muda bukan sekadar mengubah tampilan kemasan, tetapi menjaga arah masa depan kesehatan bangsa.

“Perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, merupakan prioritas utama. Kami ingin memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat, terbebas dari ketergantungan nikotin, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” tutup Andi.

Pemerintah juga menyiapkan masa penyesuaian bagi pelaku usaha sesuai amanat PP Nomor 28 Tahun 2024. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru