Jamu Indonesia: Dari Dapur Tradisi Menuju Panggung Dunia

- Editor

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jamu bukan sekadar warisan, tapi aset kesehatan Indonesia menuju dunia. (Foto: Sehatcantik.id)

Jamu bukan sekadar warisan, tapi aset kesehatan Indonesia menuju dunia. (Foto: Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id — Dulu jamu hanya dikenal sebagai racikan sederhana yang tumbuh dari dapur-dapur keluarga. Kini, warisan leluhur itu mulai melangkah menuju panggung yang lebih besar: dunia.

Semangat itulah yang dibawa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Kick-Off Pekan Jamu 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Kepala BPOM Taruna Ikrar membuka rangkaian Pekan Jamu 2026 dengan pesan bahwa jamu bukan sekadar minuman kesehatan, tetapi identitas bangsa yang menyimpan peluang besar di masa depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada 2023, Budaya Jamu Sehat ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan dunia ini harus dijaga melalui perluasan pengembangan dan pemanfaatan jamu, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” ujar Taruna Ikrar.

Dari racikan leluhur, jamu Indonesia bersiap menjadi kekuatan global. (Foto: Sehatcantik.id)

Menurutnya, dunia saat ini sedang kembali mencari akar. Tren hidup sehat, bahan alami, dan wellness menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk membawa jamu naik kelas.

Baca Juga :  Vacation on a cruise: One of the best vacation you need to experience

Namun, jamu tidak cukup hanya menjadi warisan. Ia harus berkembang menjadi inovasi.

Taruna menyebut ada tiga hal penting yang perlu diperkuat bersama, yakni menjaga budaya mengonsumsi jamu, memperkuat riset dan inovasi, serta membangun kolaborasi agar jamu dapat dihilirisasi dan dinikmati lebih luas.

“Perkembangan ini tidak lepas dari keterlibatan akademisi dan peneliti, serta peningkatan minat masyarakat terhadap produk natural dan wellness berbasis bahan alam,” katanya.

Pekan Jamu 2026 yang berlangsung 2–7 Juni menghadirkan berbagai kegiatan, mulai seminar ilmiah, edukasi regulasi, konsultasi usaha, hingga pengembangan produk berbahan alam Indonesia.

Puncak kegiatan akan digelar melalui Festival Jamu Nusantara 2026 di kawasan Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Festival ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, industri, UMKM, akademisi, komunitas, dan pelaku wellness untuk memperkuat ekosistem jamu Indonesia dari hulu hingga hilir.

Baca Juga :  Gejala Kolesterol Tinggi yang Penting Diketahui

Ketua Umum GP Jamu Jony Yuwono menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama.

“35% herbal dunia berada di Indonesia, menunjukkan betapa besar potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Tak hanya kekayaan alam, Indonesia juga memiliki budaya sehat jamu,” ujarnya.

Saat dunia kembali mencari alam, Indonesia membawa jamu ke panggung dunia. (Foto: Sehatcantik.id)

Sementara Guru Besar Farmakognosi dan Fitokimia Universitas Airlangga Sukardiman menegaskan posisi yang harus diperjuangkan.

“Jamu Indonesia harus menjadi raja dan tuan rumah di negeri sendiri.”

Jamu bukan hanya soal ramuan masa lalu. Ia adalah jembatan antara tradisi dan masa depan. Dari tangan para peracik di desa, menuju pasar dunia.

BPOM mendorong agar jamu Indonesia tidak berhenti sebagai cerita warisan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dan kesehatan yang mampu bersaing secara global. (Sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB