Cegah Malnutrisi dan Obesitas Anak, BPOM Perkuat Kerja Sama dengan UNICEF

- Editor

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Indonesia jadi fokus utama kerja sama BPOM dan UNICEF dalam mewujudkan lingkungan pangan sehat 2026-2030. (Foto: BPOM RI)

Anak Indonesia jadi fokus utama kerja sama BPOM dan UNICEF dalam mewujudkan lingkungan pangan sehat 2026-2030. (Foto: BPOM RI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Setiap 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Tapi jauh sebelum tanggal itu tiba, BPOM sudah bergerak. Bukan sendirian. Bersama UNICEF, lembaga anak dunia yang selama puluhan tahun jadi penjaga gizi generasi muda di berbagai negara.

Taruna Ikrar, Kepala BPOM, tidak menyembunyikan alasannya.

“Komitmen BPOM ini kami wujudkan dengan kolaborasi bersama lembaga dunia UNICEF. Kami ingin agar anak-anak dapat meningkat kualitas hidupnya, tumbuh kembang, dan mewujudkan potensi mereka secara maksimal, terutama melalui pangan dan gizi yang cukup,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama ini bukan wacana baru. Senin, 22 Juni 2026, dokumen resminya sudah diteken. Programme Document, atau ProDoc, periode 2026–2030. Dokumen ini menjadi bagian dari Country Programme Action Plan Indonesia bersama UNICEF — kerangka besar yang mengatur bagaimana kedua pihak bekerja sama lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Taruna Ikrar Diskusi dengan Mahasiswa Indonesia di Harvard

Siapa yang tanda tangan? Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Elin Herlina. Representative UNICEF Indonesia, Maniza Zaman. Disaksikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali. Tiga nama, satu tujuan: lingkungan pangan yang lebih sehat bagi bayi dan anak Indonesia.

Apa yang berubah setelah tanda tangan ini? BPOM memperkuat posisinya sebagai regulator — bukan lagi sekadar mengawasi, tapi merancang kebijakan berbasis bukti ilmiah. Kapasitas kelembagaan diperkuat. Sistem pengawasan diperketat. Semua demi satu misi: mencegah malnutrisi, obesitas, dan penyakit tidak menular sejak dini.

Elin Herlina menjelaskan lebih jauh kenapa kolaborasi ini penting bagi agenda nasional.

“Dari kerja sama ini diharapkan sinergi lintas sektor dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” tutur Elin.

Baca Juga :  BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Program ini tidak berhenti di atas kertas. Setiap tahun, akan ada Annual Work Plan — rencana kerja yang disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional. UNICEF menyiapkan bantuan teknis dan penguatan kapasitas. Sejumlah agenda besar sudah menanti: nutrition profile model, front-of-pack nutrition labelling, pembatasan pemasaran pangan ke anak-anak, kajian ultra-processed foods, hingga riset ilmiah dan pelatihan SDM pengawasan pangan.

Semua ini tidak lahir dalam semalam. Sejak awal 2026, BPOM, UNICEF, dan Bappenas duduk bersama, merumuskan kerangka kerja sama yang komprehensif — mulai dari mekanisme implementasi hingga tata kelola program selama lima tahun ke depan.

Satu dokumen sudah ditandatangani. Satu komitmen sudah diucapkan. Yang tersisa tinggal satu pertanyaan: seberapa jauh piring anak-anak Indonesia akan berubah dalam lima tahun mendatang? (Sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB