BPOM RI dan Arab Saudi Sepakat Atasi Kendala Ekspor, Tolak Angin Dibahas

- Editor

Kamis, 19 Desember 2024 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM RI dan Arab Saudi diskusi atasi kendala ekspor. (Foto: BPOM RI)

Riyadh, Sehatcantik.id – Kepala BPOM Taruna Ikrar mengadakan pertemuan bilateral dengan Chief Executive Officer (CEO) Saudi Food and Drug Authority (SFDA) di sela-sela partisipasi Indonesia dalam The 3rd Meeting of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) yang berlangsung pada 17–18 Desember 2024 di Riyadh, Arab Saudi. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi pengawasan obat dan makanan antara Indonesia dan Arab Saudi serta membahas berbagai tantangan dalam akses ekspor produk Indonesia ke pasar Timur Tengah.

“Kami menyambut baik kehadiran Kepala BPOM dan delegasi di Arab Saudi. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi pengawasan obat dan makanan antara kedua negara,” ujar CEO SFDA Prof. Hisham Al Jadhey, dalam keterangan yang dilansir BPOM RI.

Pertemuan ini membahas sejumlah isu penting, di antaranya perpanjangan dan perluasan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara BPOM dan SFDA yang telah ditandatangani sejak 2020. MoU ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengawasan obat dan makanan, serta memastikan produk yang beredar memenuhi standard mutu dan keamanan yang berlaku di kedua negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami optimistis melalui perpanjangan MoU ini, kolaborasi antara BPOM dan SFDA akan semakin komprehensif, baik dalam hal pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun penyederhanaan prosedur ekspor produk,” ujar Taruna Ikrar.

Baca Juga :  Kemenkes Hentikan Sementara PPDS Anestesi Unsrat, Dugaan Bullying Dokter Muda Diselidiki

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPOM juga menyampaikan upaya untuk memperoleh pengakuan sebagai WHO Listed Authority (WLA). Pengakuan ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam standard pengawasan global, meningkatkan kredibilitas produk farmasi Indonesia di pasar internasional, serta membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia untuk bersaing di pasar global.

“Penguatan kapasitas regulator seperti BPOM merupakan langkah penting dalam memastikan produk yang beredar di pasar global aman, bermutu, dan berkualitas. SFDA mendukung upaya BPOM untuk mencapai pengakuan WLA dari WHO,” ujar Prof. Hisham.

Selain membahas MoU dan WLA, pertemuan ini juga menyoroti sejumlah kendala ekspor produk Indonesia, seperti hasil inspeksi Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Indonesia oleh SFDA pada September 2023. BPOM menyampaikan berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan, termasuk pemenuhan corrective action and preventive action (CAPA) serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat registrasi UPI.

“Pertemuan ini sangat strategis, tidak hanya untuk memperkuat kerja sama antara BPOM dan SFDA, tetapi juga dalam mengatasi hambatan-hambatan ekspor produk Indonesia. BPOM sebagai National Competent Authority bertanggung jawab untuk memastikan produk pangan Indonesia, termasuk yang dikonsumsi oleh jamaah haji dan umrah, memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan oleh Arab Saudi,” tambah Taruna.

Baca Juga :  Pencegahan Gagal Ginjal Kronis yang Mudah Dilakukan

Tolak Angin Terkendala Regulasi

Diskusi turut menyinggung tantangan dalam ekspor obat bahan alam (OBA), seperti produk Tolak Angin dari PT Sido Muncul yang terkendala regulasi SFDA terkait kandungan nutmeg (pala) dan kayu ules. BPOM mengusulkan alternatif pendaftaran produk OBA agar tetap dapat memenuhi persyaratan SFDA, termasuk evaluasi batas kandungan bahan dalam produk sesuai regulasi yang berlaku.

Kedua pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan teknis lanjutan melalui virtual meeting guna membahas lebih mendalam berbagai tantangan teknis yang dihadapi. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam membuka akses pasar produk Indonesia, khususnya ke wilayah Timur Tengah.

“Pertemuan ini sangat strategis dalam memperkuat sinergi pengawasan obat dan makanan serta mengatasi hambatan-hambatan yang ada, seperti proses ekspor produk Indonesia,” ujar Taruna, seraya menambahkan, BPOM berkomitmen untuk terus mendorong percepatan ekspor produk pangan dan obat-obatan ke Arab Saudi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umroh Indonesia, yang merupakan jamaah terbesar di dunia.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara BPOM dan SFDA, diharapkan tantangan yang ada dapat diatasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Indonesia siap memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam penyediaan produk obat dan pangan yang berkualitas dan berdaya saing di pasar global. (sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB