Aceh Jadi Percontohan Nasional Percepatan Imunisasi Anak

- Editor

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi pemerintah, ulama, dan masyarakat mengantar Aceh menjadi model nasional percepatan imunisasi anak. (Foto: Kemenkes RI)

Kolaborasi pemerintah, ulama, dan masyarakat mengantar Aceh menjadi model nasional percepatan imunisasi anak. (Foto: Kemenkes RI)

Banda Aceh, Sehatcantik.id – Upaya meningkatkan cakupan imunisasi anak kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan Aceh sebagai daerah percontohan nasional dalam percepatan penurunan angka anak zero dose, yakni anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali.

Penetapan itu bukan tanpa alasan. Di tengah beragam tantangan yang dihadapi program imunisasi, Aceh dinilai berhasil membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, ulama, tokoh masyarakat, hingga organisasi perempuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat melakukan kunjungan lapangan di Kota Banda Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, Dante juga meninjau pelayanan kesehatan primer di Posyandu Sejahtera Desa Panteriek dan UPTD Puskesmas Lueng Bata.

“Aceh menunjukkan pola kolaborasi yang kuat antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, hingga organisasi perempuan dalam meningkatkan kesadaran imunisasi bagi anak-anak. Ini salah satu percontohan bagaimana membangun kerja sama dengan berbagai elemen lokal,” ujar Dante.

Menurut Dante, salah satu kekuatan Aceh terletak pada kemampuannya memadukan program kesehatan dengan pendekatan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Ia menilai langkah tersebut mampu menjembatani berbagai keraguan yang masih muncul terkait imunisasi.

Baca Juga :  Sayur dan Buah untuk Penderita Diabetes, Jangan Salah Pilih

Salah satu contoh yang mendapat apresiasi adalah terbitnya surat edaran yang mendorong para khatib menyampaikan pentingnya imunisasi dalam khutbah Jumat. Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengajak ASN untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap.

Meski menunjukkan kemajuan, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Data Kemenkes tahun 2025 mencatat capaian imunisasi bayi lengkap secara nasional baru mencapai 80,2 persen. Di seluruh Indonesia masih terdapat sekitar 2,3 juta anak zero dose, termasuk sekitar 61 ribu anak di Aceh.

Di Kota Banda Aceh sendiri, jumlah anak zero dose pada periode 2021–2025 berhasil ditekan sekitar 4 persen, dari 2,6 ribu menjadi 2,5 ribu anak. Namun angka tersebut masih memerlukan perhatian karena pergerakannya belum sepenuhnya stabil.

Ancaman penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi juga masih nyata. Hingga minggu ke-19 tahun 2026, tercatat 263 kasus campak di Aceh, dengan 24 kasus berada di Kota Banda Aceh.

Untuk menjawab berbagai kendala di lapangan, Kemenkes tengah menyiapkan sejumlah penyesuaian strategi. Salah satunya dengan membuka atau menggeser layanan imunisasi ke hari Sabtu maupun hari libur agar lebih mudah diakses keluarga.

Dante menilai keterlibatan ayah dalam pengambilan keputusan kesehatan anak menjadi faktor penting yang selama ini belum optimal. Karena itu, layanan yang lebih fleksibel diharapkan dapat memberi ruang bagi orang tua untuk mendapatkan informasi yang lengkap sebelum memutuskan imunisasi bagi anak mereka.

Baca Juga :  Cara Mengobati Hipertensi yang Wajib Diketahui

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa pemerintah kota memilih pendekatan persuasif dan edukatif dalam mendorong imunisasi. Sosialisasi dilakukan melalui sekolah, ceramah keagamaan, hingga pemeriksaan kesehatan calon pengantin sebagai pintu masuk edukasi kesehatan keluarga.

Respons masyarakat terhadap program kesehatan dasar juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data aplikasi ASIK per 20 Mei 2026, tingkat kehadiran masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis mencapai 89,86 persen di tingkat Provinsi Aceh dan 95,42 persen di Kota Banda Aceh.

Bagi Dante, keberhasilan Aceh bukan sekadar soal angka cakupan imunisasi. Lebih dari itu, Aceh dinilai menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dapat menjadi kunci membangun generasi yang lebih sehat di masa depan.

“Keberhasilan dari bumi Aceh yang berada di paling barat Indonesia ini akan dicontohkan secara nasional. Kita harus mulai dari kesehatan generasi muda saat ini agar bonus demografi bangsa kita tidak gagal di masa depan,” pungkas Dante. (Sbw)

Berita Terkait

Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak
Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf
Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya
BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker
Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG
Tuding Mualaf Settingan, Richard Lee Siap Seret Doktif
Kemenkes Siapkan RS PON, RSCM hingga RSJ Disiapkan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:34 WIB

Aceh Jadi Percontohan Nasional Percepatan Imunisasi Anak

Senin, 18 Mei 2026 - 10:49 WIB

Operasional Koperasi Merah Putih Diresmikan, Klinik Kesehatan Mulai Bergerak

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:23 WIB

Lagi, BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

BPOM Wajibkan Minimarket Punya Pengawas Obat, Tak Harus Apoteker

Kamis, 30 April 2026 - 10:59 WIB

Meski Anggaran Kalah dengan Pengadaan Kaos Kaki, Taruna Ikrar Tancap Gas Sidak MBG

Berita Terbaru

BPOM memastikan izin dari luar negeri tidak menggugurkan kewajiban memenuhi aturan nasional. (Foto: Freepik)

BPOM

BPOM Cabut Izin 11 Kosmetik Berbahaya

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:45 WIB