Tersebar di 22 Negara, WHO Pantau Varian Baru Covid-19

- Editor

Minggu, 1 Juni 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sehatcantik.id – Dunia kembali dihantui ancaman Covid-19, dengan munculnya varian virus baru yang disebut sebagai NB.1.8.1. Sejumlah wilayah di Amerika Serikat dan negara lain di Asia dilaporkan telah terjadi penyebaran.

Sampai 28 Mei 2025, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian virus NB.1.8.1 itu telah menyebar di 22 negara, termasuk Cina.

Dalam publikasi Health pada Jumat (30/5), para ahli sepakat bahwa gejala infeksi NB.1.8.1 tampak seperti infeksi virus penyebab COVID-19 yang lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak pernah ada yang benar-benar khas tentang semua varian ini, kecuali bahwa varian COVID sebelumnya lebih mungkin membuat Anda dirawat di rumah sakit,” kata William Schaffner, profesor penyakit menular dan kebijakan kesehatan di Vanderbilt University Medical Center, Amerika Serikat.

WHO mengkategorikan NB.1.8.1, yang berasal dari garis keturunan Omicron JN.1, sebagai “varian yang sedang dipantau.”

Baca Juga :  Kemenkes Imbau Waspadai Virus HMPV di Cina

Mereka yang terinfeksi NB.1.8.1 mengalami gejala seperti demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, kesulitan bernapas, dan diare.
Para ahli mengemukakan bahwa kekebalan yang datang dari vaksinasi ataupun infeksi sebelumnya seharusnya bisa memberikan perlindungan terhadap infeksi NB.1.8.1.

Meskipun dampaknya tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli, banyak dari mereka sepakat bahwa tindakan pencegahan tetap penting untuk dijalankan untuk menghindari penularan virus NB.1.8.1.
Orang dewasa yang lebih tua, individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, maupun orang dengan gangguan kesehatan dianjurkan untuk menjalankan langkah-langkah pencegahan.

“COVID belum hilang, penyakit ini masih menyebabkan sekitar 300 kematian di seluruh negeri setiap minggu. Jadi, penyakit ini masih merupakan infeksi yang perlu diperhatikan, dan penyakit ini mempengaruhi orang-orang dalam kelompok berisiko tinggi,” kata Schaffner.

Baca Juga :  Subclade K Hantam New York, AS Hadapi Musim Flu Terburuk

Meski belum ditetapkan sebagai varian yang menimbulkan kekhawatiran serius, penyebarannya tetap menjadi fokus pemantauan global.

Langkah Pencegahan Sederhana Tetap Efektif

Dr. Amy Edwards, dokter spesialis penyakit menular dari Universitas Case Western Reserve, juga menegaskan pentingnya langkah-langkah pencegahan sederhana yang terbukti efektif dalam mengurangi risiko penularan.
Ia menyarankan masyarakat untuk:
• Mencuci tangan secara rutin
• Menggunakan masker, terutama di tempat ramai
• Tetap di rumah jika merasa sakit
• Menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar

Meskipun NB.1.8.1 belum menjadi varian dominan global, WHO dan para ahli sepakat bahwa masyarakat tetap perlu waspada dan tidak lengah. Upaya pencegahan, vaksinasi lanjutan, dan perhatian terhadap kelompok rentan menjadi kunci dalam mencegah penyebaran yang lebih luas. (sbw)

Berita Terkait

Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur
BPOM Ungkap “Racun Tersembunyi” di 41 Obat Berbahan Alam
Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS
BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu
Menkes Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia
Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap, Meninggal Dunia
Mengaku Sakit, Richard Lee Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Sebagai Tersangka
BPOM Temukan 26 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Masyarakat Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:21 WIB

Richard Lee Tetap Jadi Tersangka dan Dicekal, Doktif Sujud Syukur

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:42 WIB

BPOM Ungkap “Racun Tersembunyi” di 41 Obat Berbahan Alam

Senin, 9 Februari 2026 - 19:53 WIB

Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:19 WIB

BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:06 WIB

Menkes Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Indonesia

Berita Terbaru

Purbaya Yudhi Sadewa menegur keras BPJS Kesehatan atas anomali data PBI yang memicu kegaduhan publik. (Foto: TV Parlemen)

Berita

Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

Senin, 9 Feb 2026 - 19:53 WIB

Peredaran produk palsu adalah ancaman serius bagi kesehatan publik dan ekonomi nasional. (Foto: BPOM)

Berita

BPOM Minta Waspada Obat dan Makanan Palsu

Jumat, 6 Feb 2026 - 09:19 WIB