Jakarta, Sehatcantik.id — Ancaman dari meja makan tidak selalu terlihat. Makanan yang tampak aman bisa menjadi sumber masalah jika proses produksi, pengolahan, hingga penyajiannya tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan, persoalan pangan tidak aman masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Penyakit yang dipicu konsumsi pangan tidak aman diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp229 triliun setiap tahun.
“Di Indonesia, masalah kesehatan akibat makanan menyebabkan kerugian mencapai Rp229 triliun setiap tahun. Dampaknya bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi,” ujar Taruna dalam kuliah umum pelepasan mahasiswa KKN Tematik IPB University di Kampus IPB Dramaga, Bogor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Taruna, keamanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan setelah produk beredar. Sistem perlindungan harus dibangun sejak dari sumber bahan baku, proses produksi, pengolahan, hingga kesadaran masyarakat sebagai konsumen.
Karena itu, BPOM menggandeng IPB University melalui program KKN Tematik Keamanan Pangan. Mahasiswa akan dilibatkan sebagai penggerak edukasi agar pengetahuan tentang pangan aman tidak berhenti di ruang akademik, tetapi sampai ke lingkungan masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi kader yang mampu mendukung upaya peningkatan keamanan pangan di masyarakat,” kata Taruna.
Program tersebut menjadi bagian dari KKN Tematik IPB 2026 yang melibatkan 3.679 mahasiswa. Mereka akan menjalankan pengabdian di ratusan desa dan kelurahan dengan membawa pendekatan berbasis edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi BPOM, keamanan pangan bukan sekadar soal kualitas makanan yang tersaji di meja makan. Lebih jauh, ini adalah upaya mencegah penyakit, menjaga produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban ekonomi akibat pangan yang tidak aman.(Sbw)













