Stroke Tak Menunggu Tua, Kemenkes Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis

- Editor

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deteksi lebih awal menjadi kunci menahan stroke sebelum merenggut kualitas hidup. (Foto: Freepik)

Deteksi lebih awal menjadi kunci menahan stroke sebelum merenggut kualitas hidup. (Foto: Freepik)

Jakarta, Sehatcantik.id — Kementerian Kesehatan memperkuat pencegahan stroke melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) setelah penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Stroke kini menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit yang kerap datang mendadak ini tercatat menyebabkan sekitar 337 ribu kematian setiap tahun, menjadikannya salah satu penyebab kematian tertinggi di Tanah Air.

Melihat tingginya angka tersebut, Kementerian Kesehatan memperkuat upaya pencegahan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini difokuskan untuk mendeteksi lebih awal faktor risiko utama stroke, seperti hipertensi, diabetes, dan kadar kolesterol tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan masyarakat tidak boleh menunggu hingga serangan stroke terjadi. Menurutnya, pengendalian faktor risiko sejak dini menjadi kunci untuk menekan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit tersebut.

Baca Juga :  Usia 35 Jadi Titik Waspada, Kemenkes Soroti Lonjakan Kematian Dini di Kelompok Produktif

“Prevalensi hipertensi di Indonesia hampir 20 persen dan diabetes lebih dari 10 persen. Daripada menunggu sampai stroke terjadi, kita harus mengendalikan faktor risiko ini sedini mungkin,” ujar Budi.

Pemerintah menargetkan skrining kesehatan melalui CKG dapat menjangkau sekitar 280 juta penduduk atau 80 persen populasi dalam lima tahun mendatang. Strategi yang diterapkan menggunakan pendekatan 80-80-80, yakni 80 persen masyarakat teridentifikasi risikonya, 80 persen mendapat penanganan, dan 80 persen berhasil mengendalikan kondisinya.

Stroke juga menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan besar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan nilai klaim mencapai lebih dari Rp5 triliun setiap tahun.

Selain pencegahan, pemerintah memperkuat layanan stroke di rumah sakit. Targetnya, seluruh 514 kabupaten/kota memiliki fasilitas CT scan dan cath lab agar pasien bisa mendapat pertolongan dalam masa emas penanganan.

Baca Juga :  Jangan Anggap Enteng, Simak Tujuh Tips Mudik Agar Tetap Fit

Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (RS PON) dr. Adin Mulkasana menegaskan, penanganan stroke membutuhkan kecepatan dan kerja sama berbagai disiplin medis.

“Melalui ICONNS 2026, kita membangun standardisasi klinis yang seragam di seluruh daerah. Sinergi multidisiplin ini menjadi kunci utama untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan permanen akibat stroke di Indonesia,” kata Adin.

Pesannya jelas: stroke bukan hanya penyakit yang ditangani saat serangan datang. Pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, dan pengendalian faktor risiko menjadi langkah awal untuk mencegah ancaman yang sering datang tanpa peringatan. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru