Saat Triliunan Rupiah Dihitung Ulang, MBG Diuji Bukan dari Besarnya Anggaran

- Editor

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggaran MBG menyusut, tetapi tantangan terbesar justru memastikan kualitas gizi dan tata kelola tetap berdiri kokoh. (Foto: prabowosubianto.com)

Anggaran MBG menyusut, tetapi tantangan terbesar justru memastikan kualitas gizi dan tata kelola tetap berdiri kokoh. (Foto: prabowosubianto.com)

Jakarta, Sehatcantik.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah digadang dengan anggaran jumbo, pemerintah kini mulai menghitung ulang kebutuhan dana agar program tetap berjalan tanpa membebani ruang fiskal negara.

Anggaran MBG 2027 diperkirakan turun menjadi sekitar Rp174 triliun. Angka itu jauh lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang sempat mencapai Rp268 triliun. Perubahan ini disebut bukan karena program dikurangi, melainkan hasil penyesuaian berdasarkan jumlah penerima manfaat, kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta skema pembiayaan yang lebih terukur.

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengatakan perhitungan tersebut masih berupa perkiraan dan pembahasan resmi baru akan dilakukan bersama pemerintah dalam penyusunan APBN 2027.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Oke, satu. Kemudian yang kedua, kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp 174 triliun,” ujar Said.

Baca Juga :  Prabowo Terkejut Ada Kasus Penggelapan Dana MBG

Menurut Said, penyesuaian anggaran tidak boleh dibaca sebagai tanda melemahnya program. Justru, kata dia, fokus utama pemerintah harus bergeser dari sekadar mengejar besaran anggaran menuju memastikan kualitas makanan dan tata kelola.

“MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, ‘Lah, kok turun?’ Bukan. Tapi yang penting menjaga kualitas. Nah, yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga,” pungkas Said.

Baca Juga :  Penyebab Radang Kulit dan Cara Mengobatinya

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari belum memberikan rincian soal angka baru tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih berkonsentrasi menindaklanjuti kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai tata kelola MBG.

“Sekarang mau agenda kita hari ini adalah bagaimana kami menindaklanjuti kajian yang sudah disampaikan oleh KPK,” kata Agustina.

Di tengah kritik soal anggaran, MBG kini menghadapi ujian yang lebih besar: membuktikan bahwa program dengan dana ratusan triliun itu mampu menghasilkan dampak nyata. Sebab ukuran keberhasilan bukan hanya berapa besar uang yang digelontorkan, tetapi seberapa banyak manfaat yang benar-benar sampai ke anak-anak. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru