Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Janji Perbaiki Tata Kelola Program MBG

- Editor

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono janji zero tolerance korupsi dalam pengelolaan anggaran Program MBG. (Foto: Sekretariat Presiden)

Kepala BGN Sudaryono janji zero tolerance korupsi dalam pengelolaan anggaran Program MBG. (Foto: Sekretariat Presiden)

Jakarta, Sehatcantik.id – Sudaryono baru saja dilantik. Rabu, 22 Juli 2026, di Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto sendiri yang mengalungkan amanah itu ke pundaknya. Kepala Badan Gizi Nasional. Bukan jabatan kecil. Program Makan Bergizi Gratis ada di tangannya sekarang.

Berat? Sudaryono tidak menutupinya. “Saya hari ini sebagaimana tadi sudah dilaksanakan acara pelantikan dan secara resmi telah menjadi Kepala Badan Gizi Nasional yang per hari ini kemudian saya telah aktif, tentu saja ini adalah amanah besar bagi saya. Ini satu amanah besar karena memang program Makan Bergizi Gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan,” ucapnya.

Program besar butuh tata kelola besar. Sudaryono paham itu sejak hari pertama. Maka fokus pertamanya bukan soal menu atau distribusi, tapi soal sistem. Transparansi. Akuntabilitas. Digitalisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya,” tutur Sudaryono.

Baca Juga :  BPOM Perkuat Pengawasan Pangan dan Obat di Koperasi Desa Merah Putih

Persoalan yang terjadi sebelumnya, kata Kepala BGN, bukan aib yang harus ditutup. Justru pelajaran yang harus diselesaikan.

Uang rakyat. Untuk rakyat. Sudaryono mengulang-ulang prinsip itu. Setiap rupiah program MBG, tegasnya, harus sampai ke tujuan sebenarnya — gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia. Tidak boleh ada yang melenceng.

“Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” tegasnya.

Manfaat program ini bukan cuma soal piring makan. Sudaryono melihat lebih jauh. Bahan pangan yang dibutuhkan tiap hari akan menyerap hasil panen petani, tangkapan nelayan, ternak peternak. Dampaknya menjalar ke ekonomi daerah.

Baca Juga :  Kesalahan Memakai Sunscreen, Jangan Dilakukan!

Lalu bagaimana dengan cara kerja di internal BGN sendiri? Di sinilah Sudaryono bicara paling tegas. Tidak ada lagi ruang gelap. Tidak ada lagi kesepakatan di balik meja restoran.

“Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up, dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem. Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, dan transparan, dan dilihat orang,” ucap Kepala BGN.

Semua pihak diajak ikut mengawal. Dan satu janji ditegaskan berkali-kali: nol toleransi terhadap korupsi. “Doakan kami semua untuk bisa amanah, dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi, dan hengki-pengki, dan copet-copetan, sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ruang remang sudah dijanjikan bakal ditutup. Yang tersisa tinggal satu: buktinya di lapangan. (Sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB