BPOM Gandeng Finalis Puteri Indonesia Perkuat Keamanan Obat dan Makanan

- Editor

Senin, 13 April 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengukuhkan finalis Puteri Indonesia sebagai Duta Obat dan Makanan Aman di Jakarta.(Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengukuhkan finalis Puteri Indonesia sebagai Duta Obat dan Makanan Aman di Jakarta.(Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id – Di tengah derasnya arus produk dan informasi yang masuk ke kehidupan sehari-hari, batas antara yang aman dan berisiko kian tipis. Dari kosmetik hingga makanan, pilihan yang tampak sederhana bisa berdampak besar bagi kesehatan.

Dalam konteks itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar membuka kegiatan pembekalan finalis Puteri Indonesia dalam rangka pengukuhan Duta Obat dan Makanan Aman di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta, Senin (13/4).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kus Wisnu Wardani, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia Kusuma Ida Anjani, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM Elfi Taruna Ikrar, Puteri Indonesia Lingkungan 2025 Melliza Xaviera, serta 45 finalis dari seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taruna Ikrar menegaskan bahwa keamanan, kemandirian, dan kedaulatan obat serta makanan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat dan mitra internasional.

“Mewujudkan keamanan, kemandirian, serta kedaulatan obat dan makanan di Indonesia adalah tugas kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Bahaya Memakai Kosmetik Kedaluwarsa, Hati-hati!

Ia juga menjelaskan bahwa konsumen yang mandiri dan berdaya menjadi pilar penting dalam pengawasan, terutama di tengah maraknya produk ilegal, kosmetik berbahaya, serta informasi menyesatkan di era digital.

“Edukasi adalah kunci penting membentuk konsumen cerdas untuk pembangunan dan ketahanan bangsa,” lanjutnya.

Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM, Elfi Taruna Ikrar, menyebut perempuan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam memilih produk bagi keluarga.

“Kehadiran para finalis Puteri Indonesia di sini tidak hanya sebagai representasi perempuan muda Indonesia yang cerdas dan inspiratif, tetapi juga sebagai calon Duta Obat dan Makanan Aman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai 3B—Brain, Beauty, dan Behavior—menjadi landasan peran Puteri Indonesia sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Finalis Puteri Indonesia mengikuti pembekalan BPOM untuk memperkuat edukasi keamanan obat dan makanan kepada masyarakat. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah finalis dikukuhkan sebagai Duta Obat dan Makanan Aman, di antaranya Rahmidawati Aldi (Aceh), Luis Sovice Mindayo Mahuze (Papua Selatan), Nilam Onasis Sahputri (Kalimantan Utara), Nanda Aprianti Arief (Sulawesi Selatan), dan Kieran Puti Paloma Dyonitha (Nusa Tenggara Barat).

Kepala BPOM berpesan agar para duta dapat memperluas jangkauan edukasi masyarakat di daerah masing-masing. Ia menyebut pembekalan yang diberikan menjadi bekal penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

Baca Juga :  Pelembap untuk Kulit Berminyak, Jangan Salah Pilih

“Pembekalan yang diterima pada hari ini di BPOM makin membuka pengetahuan dan wawasan terkait keamanan obat dan makanan sebagai bekal mengedukasi publik dengan informasi yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan,” pungkasnya.

Taruna juga menekankan pentingnya memahami Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025 serta menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), serta memanfaatkan media sosial secara bijak untuk edukasi publik.

Ketua Panitia Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Ida Anjani, mengapresiasi kerja sama berkelanjutan dengan BPOM dan berharap para finalis dapat memberi pengaruh positif.

“Semoga [kami] dapat terus belajar banyak hal, menginspirasi perempuan Indonesia, serta membentuk preferensi masyarakat untuk memilih produk obat dan makanan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BPOM mendorong perempuan Indonesia menjadi pilar kesehatan keluarga yang cerdas, tangguh, dan berdaya, serta mampu melindungi generasi. (Danu Baharuddin/Novan/Sbw)

Berita Terkait

Richard Lee Cecar Reseller Soal Barang Palsu, Isu ‘Barang Gaib’ Muncul di Persidangan
Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika
Jejak Gelap Di Balik Perseteruan Selebgram: Saling Kunci Tersangka hingga Tudingan BPOM Palsu
Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda
Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu
BPOM Pangkas Batas Ambang BPA 12 Kali Lipat, Pengawasan Industri Diperketat
Satu Miliar Lebih Orang Hidup dengan Gangguan Kesehatan Mental
Bisnis Skincare Ribut Terus, Waspada Pilih Produk

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Richard Lee Cecar Reseller Soal Barang Palsu, Isu ‘Barang Gaib’ Muncul di Persidangan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Jejak Gelap Di Balik Perseteruan Selebgram: Saling Kunci Tersangka hingga Tudingan BPOM Palsu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu

Berita Terbaru

BPOM RI memanfaatkan status rujukan WHO dan skema South-South Cooperation untuk memperkuat regulasi FDA Ghana sekaligus membuka pintu ekspor vaksin Indonesia ke pasar Afrika. (Foto: Dok. BPOM RI)

Berita

Diplomasi Vaksin Ala BPOM, Siasat Tembus Pasar Afrika

Senin, 31 Agu 2026 - 16:52 WIB

Terdakwa dr. Richard Lee memohon penundaan sidang di PN Tangerang akibat kondisi fisiknya drop, Rabu (26/8/2026). (Foto: Sehatcantik/Sbw)

Berita

Saksi Absen, Richard Lee Lemas, Sidang Ditunda

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:41 WIB

Lisa Mariana membawa persoalan legalitas produk yang dikaitkan dengan

Berita

Lisa Mariana Laporkan Dewi Menyala soal Dugaan BPOM Palsu

Selasa, 25 Agu 2026 - 09:14 WIB