Lonjakan 11 Juta PBI Nonaktif, Purbaya Semprot BPJS

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Yudhi Sadewa menegur keras BPJS Kesehatan atas anomali data PBI yang memicu kegaduhan publik. (Foto: TV Parlemen)

Purbaya Yudhi Sadewa menegur keras BPJS Kesehatan atas anomali data PBI yang memicu kegaduhan publik. (Foto: TV Parlemen)

Jakarta, Sehatcantik.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak pernah mengurangi anggaran BPJS Kesehatan. Keributan akibat penonaktifan sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) disebut bukan persoalan fiskal, melainkan dampak anomali perubahan data yang terjadi secara drastis dan mendadak.

Dalam rapat bersama DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (9/2/2026), Purbaya menyoroti lonjakan penonaktifan peserta PBI pada Februari 2026 yang mencapai 11 juta orang, jauh di atas tren normal yang biasanya hanya sekitar satu juta peserta. Lonjakan ini membuat hampir 10 persen dari total 98 juta peserta PBI terdampak sekaligus.

“Ini yang menimbulkan kejutan. Tiba-tiba ramai karena jumlah orang yang terpengaruh sangat besar dan mereka tidak tahu bahwa namanya sudah tidak masuk dalam daftar,” ujar Purbaya.

Ia menekankan, perubahan data PBI pada prinsipnya bertujuan memperbaiki ketepatan sasaran dan tata kelola JKN. Namun, pelaksanaannya yang mendadak tanpa masa transisi justru memicu kegaduhan publik dan berpotensi merugikan pasien, terutama mereka yang tengah menjalani pengobatan berat.

“Jangan sampai yang sudah sakit, mau kontrol atau cuci darah, tiba-tiba tidak eligible. Itu kelihatan konyol,” kata Purbaya.

Dari sisi anggaran, Purbaya menegaskan tidak ada penghematan yang terjadi. Pemerintah tetap mengeluarkan dana, tetapi justru menanggung kerugian dari sisi citra dan kepercayaan publik.

“Uang yang saya keluarkan sama. Saya rugi di situ. Uang keluar, image pemerintah jadi jelek,” tegasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Purbaya menyarankan penonaktifan PBI dilakukan secara bertahap dengan masa transisi dua hingga tiga bulan, disertai sosialisasi yang memadai agar masyarakat memiliki waktu melakukan mitigasi.

Baca Juga :  Organ Pernapasan Manusia dan Cara Menjaganya

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan penonaktifan jutaan peserta PBI dilakukan akibat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menemukan banyak penerima tidak lagi tepat sasaran.

Meski demikian, pemerintah dan DPR sepakat layanan kesehatan bagi 11 juta peserta PBI yang dinonaktifkan tetap dijamin selama tiga bulan ke depan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan masa transisi tersebut digunakan untuk penyesuaian dan validasi data agar kepesertaan PBI benar-benar tepat sasaran.

Purbaya pun meminta BPJS Kesehatan segera membenahi aspek operasional, manajemen, dan sosialisasi agar perubahan data tidak kembali menimbulkan kejutan di masyarakat.

“Kalau ada angka drastis seperti ini, harus diperhalus. Jangan menimbulkan kejutan,” ujarnya.(Sbw)

Berita Terkait

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien
Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato
Puluhan Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Titik Balik Perang Skincare: Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara
BPOM Temukan Bahan Kimia Obat pada Produk Alami Stamina Pria

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 15:56 WIB

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Senin, 21 September 2026 - 13:27 WIB

Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”

Jumat, 18 September 2026 - 11:39 WIB

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 17:00 WIB

Kasus Richard Lee, Saksi Ungkap Produksi dan Khasiat White Tomato

Berita Terbaru

Pasangan lansia tampak menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih menyeluruh. (Foto: Pexels)

Berita

Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:56 WIB

Ilustrasi tenaga kesehatan yang menghadapi tekanan kerja dan risiko burnout dalam menjalankan pelayanan kepada pasien. (Foto: Freepik)

Berita

Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:39 WIB