Sikapi Desakan Stop MBG, BPOM Tetap Dukung Program Andalan Prabowo

- Editor

Senin, 22 September 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski kejadian keracunan terus berulang, BPOM tetap mendukung program MBG, dengan perbaikan di segala lini. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Meski kejadian keracunan terus berulang, BPOM tetap mendukung program MBG, dengan perbaikan di segala lini. (Foto: Danu Baharuddin/Sehatcantik.id)

Jakarta, Sehatcantik.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak akan berhenti mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program andalan pemerintahan Prabowo Subianto.

Penegasan itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar, menanggapi adanya desakan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar pemerintah menghentikan sementara program MBG menyusul maraknya kasus keracunan di berbagai daerah.

“Kalau Badan POM, karena ini program prioritas Bapak Presiden, Badan POM sebagai pembantu Presiden, tentu kita akan men-support secara maksimal pelayanan ini. Mengenai kejadian yang belum sesuai yang kita harapkan, ya kita perbaiki. Memperbaiki diri,” ujar Taruna Ikrar, di Kantor BPOM Jakarta, Senin (22/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Taruna, BPOM bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG melalui pencegahan kejadian luar biasa, seperti keracunan. Caranya dengan memastikan dapur dan proses distribusi MBG telah sesuai dengan standard.

Baca Juga :  Sampo Selsun Ditarik BPOM, Rohto Minta Maaf

Adapun kejadian luar biasa (KLB) yang dialami anak-anak penerima MBG, hal itu menjadi sebuah pembelajaran. Taruna berharap, perbaikan yang menyeluruh dapat dilakukan agar sajian bisa lebih sesuai dengan standard.

Itulah sebabnya, dikatakan Taruna, BPOM melalui balai dan loka di daerah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penelusuran untuk mencari tahu penyebab berbagai kasus keracunan tersebut, kasus per kasus.

Sebelumnya, KPAI mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara MBG dan menjalankan evaluasi secara menyeluruh. Hal itu menyusul sejumlah kasus keracunan massal yang dialami para murid penerima program tersebut.

Baca Juga :  Cegah Korupsi, Taruna Minta KPK Berkantor di BPOM

Sejauh ini, dalam rentang Januari-September 2025, tercatat sebanyak 5.626 kasus keracunan yang terjadi di 17 provinsi. Terbaru, keracunan MBG terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Kemudian, ada pula keracunan MBG di Garut dan Tasikmalaya, Jawa Baratz termasuk di Bau Bau, Sulawesi Tenggara.

Pemerintah telah buka suara terkait insiden keracunan yang terus berulang di sejumlah daerah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, kasus keracunan tersebut bukanlah sebuah hal yang diharapkan.

Tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Kompas, Jumat (20/9/2025). (Sbw)

Danu Baharuddin berkontribusi pada artikel ini.

Berita Terkait

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional
Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi
Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?
Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak
Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan
Segudang Keluhan Lansia: Ke Mana Harus Berobat?
Skin Booster “Kulit Mayat”, Taruna Ikrar: “Terlarang dan Bukan Kosmetik”
Burnout Nakes Bisa Membahayakan Pasien

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:54 WIB

Kasus Influenza Musiman Melonjak, Balita Sumbang 42 Persen Kasus Nasional

Minggu, 27 September 2026 - 13:46 WIB

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Sabtu, 26 September 2026 - 21:39 WIB

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Kamis, 24 September 2026 - 19:32 WIB

Doktif Terdesak di Sidang dr. Richard Lee: Isu Pemerasan 20 Miliar hingga Skincare 1.000 Perak

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Pasar Estetika Medis Diproyeksi Rp8,75 Triliun, BPOM Perketat Pengawasan

Berita Terbaru

Sekitar 363 ribu anak terindikasi mengalami gejala depresi berdasarkan skrining kesehatan Kemenkes. (Foto: Pexels)

Anak

Alarm Kesehatan Mental Anak, 363 Ribu Terindikasi Depresi

Minggu, 27 Sep 2026 - 13:46 WIB

Produk pangan olahan kemasan wajib mengantongi sertifikat halal demi syarat izin edar BPOM. (Foto: pexels)

Berita

Wajib Halal BPOM Mulai 18 Oktober, Siapa Paling Terdampak?

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:39 WIB