Jakarta, Sehatcantik.id – Puasa di bulan Ramadan menjadi momen spiritual yang ditunggu banyak orang. Namun, aktivitas yang lebih padat dan perubahan pola makan dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak diperhatikan dengan baik.
Menurut dr. Valda Garcia, seperti dilansir bunda.co id, selama Ramadan, jam dan pola makan berubah, sehingga tubuh perlu menyesuaikan diri dengan waktu berbuka dan sahur. Jika jenis dan kebersihan makanan dijaga dengan baik, risiko penyakit dapat diminimalkan. Namun, godaan makanan khas Ramadan yang lezat namun tidak sehat seringkali sulit dihindari.
Mengontrol pola makan, menjaga porsi cukup, dan memastikan kebersihan makanan tetap terjaga adalah kunci agar puasa berjalan lancar tanpa keluhan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyakit yang Lazim Terjadi Saat Puasa:
1. Gastritis
Gastritis sering muncul pada orang dengan riwayat sakit maag. Sangat penting untuk tidak menunda waktu berbuka dan memilih makanan yang tepat. Hindari makanan terlalu asam atau pedas, serta minuman yang terlalu asam. Dengan demikian, risiko kambuhnya gastritis dapat dikurangi.
2. Sembelit
Jajanan menjelang berbuka sering rendah serat, yang meningkatkan risiko sembelit. Kurangnya asupan serat dari sayur dan buah serta pemenuhan cairan yang kurang selama berpuasa dapat memperburuk kondisi ini.
3. Dehidrasi
Bulan puasa membatasi asupan cairan. Saat berbuka, fokus pada rasa lapar dapat membuat konsumsi air kurang dari kebutuhan harian. Orang dewasa memerlukan sekitar 2 liter atau 8 gelas air per hari. Strategi sederhana: 2 gelas saat berbuka, 2 gelas sebelum tidur, 2 gelas saat sahur, dan 2 gelas saat bangun.
Perlu diingat, kebutuhan cairan dapat meningkat jika aktivitas fisik tinggi, terkena panas, atau kondisi kesehatan tertentu seperti gagal jantung atau gagal ginjal. Konsultasikan dengan dokter untuk kebutuhan cairan yang aman.
4. Hipoglikemia
Gula darah rendah sering terjadi saat puasa, terutama jika asupan makanan sumber gula minim. Penting untuk memilih makanan dan minuman yang tepat saat sahur dan berbuka agar tetap memiliki energi selama berpuasa.
5. Sakit Kepala
Sakit kepala dapat muncul karena kurang asupan gula atau dehidrasi. Memilih jenis makanan yang tepat, cukup istirahat, dan mengatur jadwal acara seperti buka puasa bersama sangat penting untuk mengurangi risiko sakit kepala.
Bulan Ramadan menyebabkan perubahan pola makan dan jam makan. Tubuh membutuhkan waktu beradaptasi, namun berbuka tepat waktu dan memilih makanan yang sesuai adalah kunci untuk menghindari berbagai masalah kesehatan. (Sbw)













