Alasan Ilmiah Mengapa Anda Perlu Menangis

- Editor

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan cuma soal emosi, menangis terbukti secara ilmiah bisa membuang hormon stres dan menjaga kesehatan mata. (Foto: Freepik)

Bukan cuma soal emosi, menangis terbukti secara ilmiah bisa membuang hormon stres dan menjaga kesehatan mata. (Foto: Freepik)

Jakarta. Sehatcantik.id – Charlotte Brontë pernah menulis kalimat indah. Kira-kira begini artinya: menangis itu bukan tanda Anda lemah. Sejak lahir, tangisan adalah bukti pertama bahwa Anda hidup.

Lantas, kenapa setelah dewasa kita justru sering menahan air mata?

Secara medis, air mata itu ada tiga jenis: basal (pelumas harian), refleks (pembersih dari asap atau debu), dan air mata emosi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenis ketiga inilah yang sering dicap buruk. Sering dianggap cengeng. Padahal menangis itu respons fisik yang amat manusiawi. Tidak kenal jenis kelamin. Pria atau wanita punya hak yang sama untuk meneteskan air mata.

Bahkan, studi dari Oriana R. Aragón dan timnya yang dimuat dalam jurnal Psychological Science (2015) menemukan fenomena unik bernama dimorphous expression. Hasil risetnya membuktikan bahwa otak manusia sering memicu tangisan saat kita merasakan kebahagiaan berlebih. Menangis saat lulus kuliah, menikah, atau menggendong anak pertama adalah mekanisme alami otak untuk meredakan emosi ekstrim agar pikiran kembali seimbang.

Jadi, untuk apa menahan tangis? Tidak ada gunanya. Justru ada sembilan alasan ilmiah kenapa Anda sesekali perlu melepaskannya:

1. Melepas Beban Emosi Emosi yang dipendam itu seperti uap dalam panci presto. Kalau tidak ada salurannya, bisa meledak. Menangis adalah katup penyelamatnya. Begitu air mata menetes, ada rasa lega luar biasa yang hadir setelahnya.

Baca Juga :  Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

2. Membuang Racun Stres (Bukan Sekadar Kata Orang) Ini bukan mitos. Biokimiawan William H. Frey II dalam riset klasiknya yang dipublikasikan di Integrative Psychiatry membuktikan bahwa air mata emosional punya komposisi kimiawi berbeda dari air mata biasa. Air mata emosi membawa serta hormon adrenocorticotropic (ACTH) dan leucine enkephalin (pereda nyeri alami). Menangis harfiah membuang limbah kimiawi penyebab stres keluar dari tubuh Anda.

3. Pembunuh Bakteri Air mata mengandung enzim bernama lysozyme. Dalam kajian British Journal of Ophthalmology, lysozyme terbukti memiliki sifat antimikroba kuat yang sanggup membunuh hingga 95 persen bakteri nakal hanya dalam waktu 5 sampai 10 menit dengan menghancurkan dinding sel bakteri tersebut. Mata Anda bersih seketika.

4. Mempertajam Penglihatan Mata yang kering bikin pandangan kabur. Kelenjar lakrimal memproduksi air mata untuk membasahi selaput mata agar tetap lembap. Debu tersapu, kotoran hilang, penglihatan pun kembali jernih.

5. Pengangkat Mood Penelitian oleh Jonathan Rottenberg dan rekan-rekan yang diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology (2008) menguatkan fakta ini: mayoritas responden melaporkan perbaikan emosi dan suasana hati yang signifikan setelah menangis. Efek menenangkannya bekerja cepat begitu sistem saraf parasimpatis terstimulasi oleh proses menangis.

6. Memicu “Sinyal Imunitas Sosial” Ad Vingerhoets, pakar perilaku manusia dari Tilburg University dalam bukunya Why Only Humans Weep (Oxford University Press, 2013), menjelaskan bahwa air mata berevolusi menjadi sinyal visual tanpa suara. Saat orang lain melihat Anda menangis, otak mereka secara otomatis menangkap pesan bahwa Anda butuh bantuan. Ini memicu empati alami dan mempererat ikatan sosial.

Baca Juga :  Efek Memakai Sunscreen di Malam Hari

7. Meredakan Konflik Sedang adu mulut yang makin panas? Menangis bisa menjadi tombol pause yang ampuh. Ledakan emosi lawan bicara biasanya langsung mereda begitu melihat air mata jatuh. Suasana dingin kembali. Pembicaraan bisa dilanjutkan besoknya dengan kepala yang lebih dingin.

8. Tanda Keberanian Menangis bukan pertanda Anda kalah. Justru sebaliknya: itu tanda Anda cukup berani untuk jujur pada diri sendiri. Anda jujur bahwa Anda sedang terluka, sedang lelah, dan sedang menjadi manusia yang apa adanya.

9. Menembus Buntu Komunikasi Kadang, ada perasaan yang terlalu rumit untuk dirangkai menjadi kata-kata. Air mata mampu menyampaikan pesan yang gagal diucapkan oleh mulut. Dalam sebuah hubungan, tangisan sering kali menjadi penanda betapa pentingnya isu yang sedang dihadapi.

Tentu, menangis tidak akan otomatis menyelesaikan masalah tagihan bank atau pekerjaan yang menumpuk. Menangis secara berlebihan sampai berhari-hari juga tidak baik bagi fisik Anda.

Tapi ingat, Anda tidak harus selalu berpura-pura kuat.

Kalau merasa sesak, menangislah. Luapkan. Setelah air mata mengering dan pikiran kembali jernih, baru usap wajah Anda, berdiri tegak, dan selesaikan masalah itu satu per satu. (Sbw)

Berita Terkait

Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”
Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan
Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis
Richard Lee Vs Doktif: Review Skincare Menjadi Pertarungan Reputasi
Kubu Richard Lee Bongkar Perbedaan Keterangan Saksi di Persidangan
Mengenal HIV: Virus Yang Bisa Dikendalikan, Bukan Alasan Untuk Mengucilkan
Kemenkes Luruskan Kasus HIV Sidoarjo: Banyak Terdeteksi Bukan Berarti Penularan Naik
Kapan Nutrisi Terbaik Berbalik Jadi Bumerang? Sisi Gelap Diet Tinggi Protein

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:51 WIB

Panas! Richard Lee Ancam Doktif Bongkar Persaingan. Doktif Balas: “Bongkar Aja, Nggak Usah Nunggu!”

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:55 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:58 WIB

Kematian Dokter Internship di Kalibata: Kemenkes Usut Tuntas, Sistem Kesehatan di Titik Kritis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:18 WIB

Richard Lee Vs Doktif: Review Skincare Menjadi Pertarungan Reputasi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:12 WIB

Kubu Richard Lee Bongkar Perbedaan Keterangan Saksi di Persidangan

Berita Terbaru

BMKG memantau kondisi atmosfer dan menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga Jakarta tetap aman menghadapi ancaman musim kering.(Foto: Freepik)

Berita

Hadapi Kemarau Panjang, BMKG Siapkan Operasi Hujan Buatan

Selasa, 28 Jul 2026 - 18:55 WIB