Pemerintah Evaluasi Besar-besaran Program MBG, Anggaran Berpotensi Lebih Hemat

- Editor

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mengevaluasi dan menata ulang Program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran, berkualitas, dan efisien. (Foto: Setneg)

Pemerintah mengevaluasi dan menata ulang Program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran, berkualitas, dan efisien. (Foto: Setneg)

Jakarta, Sehatcantik.id – Pemerintah mulai melakukan penataan menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai evaluasi pelaksanaan program tersebut di sejumlah daerah. Langkah ini disebut mencakup perbaikan tata kelola, penguatan pengawasan, hingga penyesuaian kebutuhan anggaran.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menyepakati perlunya pembenahan menyeluruh agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai sasaran. Menurut dia, evaluasi dilakukan terhadap seluruh rantai pelaksanaan program, termasuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak distribusi layanan.

“Yang menjadi perhatian bukan siapa pemilik SPPG, tetapi apakah pelaksanaannya sesuai aturan dan standar yang telah ditetapkan,” kata Prasetyo usai rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Penataan tersebut dilakukan menyusul kebutuhan menjaga kualitas layanan di tengah semakin luasnya cakupan program. Pemerintah menilai seluruh proses harus mengikuti standar operasional yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya.

Selain membahas tata kelola, rapat juga menyoroti percepatan pelaksanaan MBG di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemerintah berencana memprioritaskan perluasan layanan ke daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap program pemenuhan gizi.

Kelompok penerima manfaat yang menjadi perhatian berikutnya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat dari kelompok tersebut meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring upaya memperkuat intervensi gizi pada kelompok rentan.

Baca Juga :  Sidang Suap Impor Seret Nama Pejabat BPOM dan Kemendag

Di sisi anggaran, hasil evaluasi sementara menunjukkan adanya peluang efisiensi dalam pelaksanaan program. Pemerintah kini menghitung kembali kebutuhan pendanaan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efektif.

Prasetyo mengatakan penataan yang dilakukan diyakini dapat menekan kebutuhan biaya tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. Namun hingga kini pemerintah masih melakukan penghitungan lebih lanjut sebelum menetapkan besaran anggaran final program tersebut.

Menurutnya, evaluasi terhadap MBG merupakan bagian dari mekanisme pengawasan rutin yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai program prioritas nasional. Pengawasan dan perbaikan terus dilakukan untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat serta mengurangi potensi masalah dalam pelaksanaannya. (Sbw)

Berita Terkait

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”
Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat
Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes
Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining
Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot
Ditjenpas: Tak Ada Intimidasi, Nikita Justru Duta Layanan Rutan
Indonesia Kejar Nol Kematian Dengue, Teknologi Wolbachia Jadi Salah Satu Senjata
Sidang Ditunda, Pengalihan Tahanan Ditolak, Richard Lee Gagal Bertemu Anak
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Doktif Hadir di Sidang Richard Lee: “Saya Juru Kunci Pintu Neraka”

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pasien BPJS Meninggal, Matinya Empati Dokter dan Perawat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Pasien BPJS Curhat di Threads: Meninggal Dunia di Sela Komentar Jahat Dokter dan Nakes

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Target Penanganan TBC Belum Tercapai, Kemenkes Andalkan TBScreen.AI untuk Percepat Skrining

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Keracunan Massal MBG Semarang Tembus 707 Orang, Lemahnya Audit Dapur SPPG Disorot

Berita Terbaru