BPOM Tegaskan Lagi Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

- Editor

Senin, 3 Maret 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM RI tegaskan kembali dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis. (Foto: BPOM RI)

BPOM RI tegaskan kembali dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis. (Foto: BPOM RI)

Jakarta, Sehatcantik.id – Keterlibatan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, tak main-main mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto.

Penegasan dukungan itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Rapat Koordinasi ”Sinkronisasi dan Koordinasi Program serta Perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG)” yang digelar di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Senin (3/3/2025).

Pada kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menyampaikan paparan tentang Sinkronisasi dan Koordinasi Pangan serta Perkembangan Program MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesuai dengan tugas dan fungsinya, BPOM diminta mengawal keamanan pangan olahan untuk menjamin makanan yang disediakan bebas dari kontaminasi zat kimia dan mikroorganisme,” ungkap Taruna Ikrar.

Untuk menjalankan tugas tersebut, BPOM telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional (BGN) pada 23 Januari 2025.

Kepala BPOM mengungkapkan koordinasi dengan lintas kementerian/lembaga dalam rangka pengawalan MBG, baik di tingkat pusat maupun daerah, telah dilaksanakan sejak 2024. Tahun lalu, BPOM bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) telah menyelenggarakan pembekalan terkait keamanan pangan dan gizi terhadap 2.000 orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Baca Juga :  BPOM Tarik Produk Pembesar Payudara dan Perapat Organ Intim

Untuk tahun 2025 ini, kolaborasi akan dilanjutkan terhadap 30.000 orang SPPI secara serentak. “Saat ini BPOM sedang menyiapkan pengelolaan kurikulum, materi, dan instruktur/narasumber,” jelas Taruna Ikrar.

BPOM juga telah melakukan sampling dan pengujian di 50 lokasi di 22 provinsi. Hasilnya menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat (MS) terhadap uji bahan berbahaya. Namun demikian, BPOM masih menemukan adanya beberapa temuan hasil uji organoleptik dan uji mikrobiologi.

Terkait temuan ini, Kepala BPOM menekankan perlunya perhatian khusus dalam hal cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), penanganan, serta pendistribusiannya.

Tak hanya tentang perkembangan pengawalan MBG, Kepala BPOM juga menyampaikan perkembangan tentang garam farmasi dalam negeri dan pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).

Saat doorstop dengan media, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan mulai dari Maret 2025, pelaksanaan program MBG dapat menyerap anggaran 1 sampai 2 triliun rupiah per bulan.

Baca Juga :  Tenggorokan Seperti Disilet, Ciri Varian baru COVID-19

“Perlu kita siapkan rantai pasok karena butuhnya besar sekali,” tuturnya.

Zulkifli Hasan menambahkan kebutuhan di Jawa tentu berbeda dengan Sumatra dan Indonesia bagian timur, termasuk jenis makanannya.

“Karena banyak yang terlibat, pemerintah daerah, kementerian terkait, tentu perlu kerja sama,” ungkapnya. Rapat koordinasi menyepakati perlu adanya aturan kerja sama pelaksanaan MBG yang akan dirumuskan bersama. Menko Pangan meminta doa dan dukungan semua pihak untuk keberhasilan program MBG ini.

Selain Kepala BPOM, rapat koordinasi hari ini juga dihadiri beberapa menteri dan wakil menteri. Hadir di antaranya Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Pertanian, Kepala Badan Gizi Nasional, dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. (sbw)

Berita Terkait

Penahanan Richard Lee Diperpanjang 40 Hari, Doktif Lega
BPOM–AmCham Bahas Kepastian Regulasi dan Dorong Investasi Kesehatan
Taruna Ikrar Diundang Universitas Harvard, Bicara Strategi Kesehatan Global
Oktober 2026: Tanpa Sertifikasi Halal, Kosmetik dan Suplemen Dilarang Beredar
Lonjakan Mobilitas Lebaran Picu Risiko Campak, Imunisasi Anak Jadi Kunci
Klaim Menyesatkan dan Tak Pantas, Izin 8 Produk Kewanitaan Dicabut
Upaya Kasasi Kandas, Nikita Mirzani Tetap Dipenjara 6 Tahun
BPOM Ungkap 56 Ribu Produk Pangan Tak Layak Edar Jelang Idulfitri

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:09 WIB

Penahanan Richard Lee Diperpanjang 40 Hari, Doktif Lega

Sabtu, 28 Maret 2026 - 01:32 WIB

BPOM–AmCham Bahas Kepastian Regulasi dan Dorong Investasi Kesehatan

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:31 WIB

Taruna Ikrar Diundang Universitas Harvard, Bicara Strategi Kesehatan Global

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:29 WIB

Oktober 2026: Tanpa Sertifikasi Halal, Kosmetik dan Suplemen Dilarang Beredar

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:10 WIB

Klaim Menyesatkan dan Tak Pantas, Izin 8 Produk Kewanitaan Dicabut

Berita Terbaru

Penahanan Richard Lee resmi diperpanjang selama 40 hari, memperpanjang proses hukum yang tengah berjalan dan kembali menjadi sorotan publik.(Foto: Sehatcantik.id)

Berita

Penahanan Richard Lee Diperpanjang 40 Hari, Doktif Lega

Selasa, 31 Mar 2026 - 07:09 WIB